Aspirasi Jabar || Sumedang — Sorotan publik terhadap salah satu pekerjaan bidang pertanian di Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja, yang sebelumnya diberitakan salah satu media, langsung mendapat respons dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang. Pada Selasa (9/6/2026).
Jajaran dinas didampingi ketua kelompok dan kepala Desa Setempat turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus menelusuri berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Pengecekan dilakukan secara langsung terhadap pekerjaan yang menjadi objek pemberitaan. Mulai dari kondisi fisik bangunan, progres pelaksanaan, hingga kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, seluruhnya diperiksa secara detail bersama unsur teknis dan pihak pelaksana kegiatan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa setiap informasi yang muncul di ruang publik tidak dibiarkan menjadi sekadar perdebatan. Sebaliknya, seluruh temuan dan masukan dijadikan bahan evaluasi dengan mengedepankan verifikasi fakta di lapangan.
Dalam keterangannya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menegaskan bahwa pengawasan terhadap setiap program yang menggunakan anggaran negara harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai ketentuan. Jika ditemukan kekurangan, tentu akan menjadi bahan evaluasi dan segera dilakukan perbaikan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya saat melakukan monitoring.
Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan program pertanian tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga pada kualitas hasil serta manfaat yang diterima masyarakat, khususnya para petani. Kritik dan pengawasan publik dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial yang harus dijawab dengan data, fakta, dan tindakan nyata.
Di sela kegiatan monitoring, dilakukan pula dialog dengan kelompok tani dan warga setempat. Berbagai masukan terkait manfaat pekerjaan, kebutuhan sarana pendukung pertanian, hingga harapan terhadap peningkatan pengawasan disampaikan secara langsung kepada jajaran dinas.
Bagi masyarakat, kehadiran pejabat penanggung jawab di lokasi menjadi hal penting. Selain memberikan kepastian bahwa laporan dan informasi yang berkembang mendapat perhatian, langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa pengawasan tidak berhenti di atas meja administrasi, melainkan dilakukan hingga ke titik pekerjaan di lapangan.
Monitoring ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembangunan sektor pertanian. Setiap pekerjaan yang dibiayai oleh anggaran publik dituntut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Dengan pengecekan langsung tersebut, berbagai dugaan yang berkembang kini diarahkan untuk diuji berdasarkan kondisi riil di lapangan. Hasil monitoring nantinya akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut agar setiap program pembangunan pertanian berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran, dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Jurnalis: Aep Mulyana