-->

Notification

×

Iklan

Warga Jatinangor Keluhkan Penutupan Jalan Putaran BGG, UMKM Omzet Menurun Drastis

4 Jun 2026 | Juni 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-04T16:07:46Z


 
Aspirasi Jabar || JATINANGOR, SUMEDANG, 4 Juni 2026 – Penutupan jalan provinsi di putaran jalan BGG, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang telah berlangsung selama dua hari mulai Rabu (3/6), membuat arus kendaraan dialihkan langsung ke putaran timur Universitas Padjadjaran (Unpad). Kawasan yang biasanya lengang kini menjadi padat kendaraan, sementara warga setempat menghadapi berbagai kendala.


 
Kadishub Sumedang Herman Suwandi, S.IP., M.Si., melalui sambungan WhatsApp menjelaskan bahwa tujuan penutupan adalah untuk keselamatan masyarakat pengguna jalan. "Hal ini karena banyaknya pengguna yang potong arus yang potensial menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas. Akses masuk tidak kami tutup karena disana digunakan sebagai fasilitas parkir," katanya pada Kamis (4/6).


 
Namun, penutupan jalan utama tersebut berdampak pada kawasan sekitar. Jalan sempit yang sebelumnya hanya dilalui kendaraan warga kini dipadati kendaraan motor yang memotong dari arah Bandung masuk ke gang warga. Selain khawatir tentang keselamatan anak-anak, warga juga mengeluhkan bising kendaraan yang mengganggu kenyamanan.


 
Selain itu, para pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di sekitar jalur utama putaran mengaku omzet mereka menurun drastis. Sejumlah warung makan, fotokopi, hingga toko kelontong yang biasanya ramai kini sepi karena kendaraan dialihkan.


 
Ketua Karang Taruna Arif, sebagai perwakilan warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya. "Mungkin dari dampak yang signifikan itu para pedagang (UMKM), omset itu saya tanya kepada semua para pedagang memang menurun drastis. Karena dengan penutupan jalan akses tidak ada," ujarnya saat diwawancara di lokasi.


 
"Kemudian mungkin pihak dishub punya solusi, tapi menurut saya dengan adanya pelanggaran lalulintas seperti menyebrang kendaraan seperti itu, mungkin solusinya bukan dijadikan tempat parkir," imbuhnya.
 


Arif juga menyampaikan bahwa jalan tersebut sebenarnya bukan jalan provinsi melainkan jalan BGG, dan pengelolaan parkiran sebelumnya telah dilakukan oleh Karang Taruna sendiri. "Untuk pengelolaan oleh dishub sendiri katanya tidak ada koordinasi kepada warga atau ke karang taruna sendiri," jelasnya.


 
"Tapi menurut saya sebagai orang bodoh ketika ada pelanggaran lalulintas bukan seharusnya ditutup atau dibuat untuk parkir, gimana kalau misalkan dibuat pos polisi atau ada yang jaga, jadi pasti tidak mungkin ada yang melanggar kalau ada yang jaga," pungkasnya.
 


Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Jatinangor IPDA Maulana memaparkan bahwa ini merupakan penutupan kedua kalinya. "Waktu itu pake barier yang plastik, cuman ada protes, waktu itu protesnya ke Unpad kan," paparnya di ruang kerja.
 

Menurutnya, kemarin sudah ada pemberitahuan dari Kadishub melalui Kecamatan kepada para kepala desa dan unsur terkait. "Ini kan program kerjanya Kadishub, kita sebetulnya dari lalulintas mendukung program itu. Plusnya tidak ada lagi pelanggaran yang lalu lalang dari RS Unpad ke arah Dunkin Donuts, walau sudah dilakukan pejagaan masih tetap ada sebelumnya," ujarnya.

 
"Minusnya mungkin itu yang dirasakan warga – motor enggak mau muter ke Unpad kali ya, jadi muter motong ke arah gang warga belakang Polsek. Kalau untuk dampak UMKM atau pedagang sebetulnya parkirnya lebih enak cuman ya mungkin harus muter dulu. Ya harusnya sebagai warga yang baik harus mematuhi aturan pemerintah, cuman kan warga juga punya hak mengeluarkan pendapat," imbuhnya lagi.

 
IPDA Maulana memberikan usulan agar jika warga merasa kurang pas dengan kebijakan tersebut, sebaiknya melakukan komunikasi tatap mata dengan Kadishub untuk mencari solusi yang baik bagi semua pihak.

Laporan : Asep s
×
Berita Terbaru Update