Foto: Tank Ipal yang Sedang di Uji Coba
Aspirasi Jabar || Bandung – Masalah pencemaran sumur akibat resapan air limbah pabrik tahu di Kampung Cisaladah RW 05 RT 02 dan 01 Kecamatan Cicalengka akhirnya menemui titik terang. Pemilik pabrik tahu – yang juga bergerak dalam usaha kacang kedelai – telah menyatakan kesediaan untuk memenuhi tuntutan warga terdampak. Kamis(2/7/2026).
Tuntutan utama yang akan dipenuhi pihak pabrik antara lain:
- Memberikan sarana air bersih bagi warga sekitar lokasi pabrik
- Membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bak yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup
Menurut keterangan dari salah satu petugas berwenang yang bertemu langsung dengan pemilik pabrik pada sore hari, pihak perusahaan siap mengadakan musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga sekitar dalam waktu dekat. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendengarkan secara langsung seluruh keluhan dari warga yang terdampak dan memastikan bahwa semua poin kesepakatan dapat terlaksana dengan baik.
"Pihak perusahaan siap memenuhi tuntutan warga dan akan mengelola limbah dengan benar agar tidak terjadi lagi masalah serupa di kemudian hari," jelas petugas tersebut.
Warga yang sebelumnya mengeluhkan kondisi sumur bor dan sumur biasa yang tercemar serta munculnya bau tidak sedap dari limbah pabrik mengapresiasi langkah yang akan diambil oleh pemilik pabrik. Mereka berharap bahwa kesepakatan ini dapat segera terlaksana dan memberikan solusi jangka panjang bagi permasalahan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Pihak pabrik juga menyatakan bahwa akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung untuk memastikan bahwa proses pembangunan dan pengoperasian IPAL sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta melakukan pemantauan berkala untuk menjamin kualitas limbah yang dibuang tidak lagi mencemari lingkungan.
