Aspirasi Jabar | | Kota Tasikmalaya— RS JHC Tasikmalaya kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan layanan kesehatan jantung dengan sukses melaksanakan tindakan ablasi jantung perdana melalui kegiatan bakti sosial bagi dua pasien yang mengalami gangguan irama jantung atau Supraventricular Tachycardia (SVT).
Keberhasilan ini menjadi sejarah baru karena merupakan tindakan ablasi jantung pertama yang dilakukan di RS JHC Tasikmalaya sekaligus yang pertama tersedia di wilayah Priangan Timur.
Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Layanan Tindakan RS JHC Tasikmalaya,pada Rabu (08/07/2026).
"Untuk itu Prosedur ablasi dilaksanakan sehari sebelumnya,yakni Selasa (07/07/2026). Pasien pertama menjalani tindakan pada pukul 12.42 hingga 13.35 WIB, sedangkan pasien kedua pada pukul 14.19 hingga 15.40 WIB. Kedua prosedur berjalan lancar tanpa kendala. Usai tindakan, kondisi kedua pasien dilaporkan stabil dan menjalani perawatan inap untuk observasi lanjutan.
"Jadi Gangguan irama jantung atau aritmia merupakan kondisi ketika detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan akibat gangguan pada sistem kelistrikan jantung. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari jantung berdebar, pusing, sesak napas, mudah lelah, hingga pingsan. Jika tidak ditangani secara tepat, aritmia berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti stroke maupun gagal jantung.
"Adapun salah satu metode terapi yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi untuk mengatasi aritmia adalah tindakan ablasi. Prosedur minimal invasif ini dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung untuk mengidentifikasi sekaligus menghancurkan jaringan yang menjadi penyebab gangguan irama jantung.
Dengan terapi tersebut, pasien diharapkan terbebas dari keluhan, risiko komplikasi dapat ditekan, dan kualitas hidup meningkat secara signifikan.
Sebelum layanan ini tersedia di Tasikmalaya, pasien aritmia dari wilayah Priangan Timur harus menjalani rujukan ke rumah sakit di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Solo, maupun Surabaya. Kondisi tersebut tentu membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit, baik bagi pasien maupun keluarganya.
"Untuk menjawab kebutuhan tersebut, RS JHC Tasikmalaya kini menghadirkan layanan aritmia yang didukung sumber daya manusia dan teknologi modern.
Layanan ini diperkuat oleh tim Cath Lab bersama dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Aritmia, dr. Irnizarifka, Sp.JP, Subsp.Ar(K), serta tim perawat Cath Lab yang berpengalaman dalam penanganan kasus aritmia.
Selain tenaga medis yang kompeten, rumah sakit juga telah dilengkapi sistem pemetaan elektrofisiologi jantung dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D), serta fasilitas Cath Lab yang memenuhi standar pelayanan tindakan ablasi.
Direktur RS JHC Tasikmalaya, dr. H. Idrus Dilawar, Mars. mengatakan, pelaksanaan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung yang komprehensif bagi masyarakat Priangan Timur.
“Kami berharap melalui bakti sosial ini semakin banyak pasien dengan gangguan irama jantung yang mendapatkan terapi yang tepat sehingga dapat terhindar dari komplikasi serta kembali menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
Kehadiran layanan ablasi di RS JHC Tasikmalaya juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan jantung berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah,”terangnya
Sebagai rumah sakit rujukan layanan jantung di Priangan Timur, RS JHC Tasikmalaya berkomitmen terus mengembangkan layanan kardiovaskular unggulan, termasuk bidang elektrofisiologi dan ablasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan jantung yang semakin lengkap, modern, dan mudah dijangkau.
Manajemen RS JHC Tasikmalaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter spesialis, tenaga kesehatan, tim Cath Lab, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan bakti sosial tersebut,mudah mudahan kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan,serta meningkatkan segi layanan kepada masyarakat,"pungkasnya (MM)
