Aspirasi Jabar || PANDEGLANG, BANTEN – Kondisi infrastruktur di Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten untuk tidak hanya menerima laporan dari meja pemerintahan, tetapi turun langsung melihat kondisi jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Aspirasi tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat Desa Batuhideung yang dihadiri Kepala Desa Batuhideung, anggota Polsek Cimanggu, serta Rangga Wandi, S.H., M.H., selaku pihak pengacara masyarakat Desa Batuhideung.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, salah satunya terkait kondisi jalan yang dinilai sangat membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Menurut aspirasi warga, terdapat sekitar 30–40 kilometer ruas jalan yang mengalami kerusakan dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.
Bagi masyarakat Batuhideung, persoalan jalan bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara. Jalan merupakan urat nadi perekonomian warga. Kerusakan infrastruktur tersebut dinilai dapat menghambat mobilitas masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian, berdagang, bekerja, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Anak Sekolah Ikut Terdampak
Persoalan jalan semakin dirasakan ketika musim hujan tiba. Ruas jalan yang rusak dan licin membuat perjalanan menjadi lebih sulit, termasuk bagi anak-anak yang harus berangkat ke sekolah.
Warga menyebut kondisi tersebut dapat menyebabkan perjalanan anak sekolah menjadi lebih lambat bahkan berpotensi membuat mereka terlambat sampai ke sekolah.
“Kami meminta pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan sampai masyarakat harus terus menunggu sementara jalan yang digunakan setiap hari semakin sulit dilalui,” menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Warga Minta Pemerintah Jangan Menunggu Keluhan Membesar
Masyarakat berharap Bupati Pandeglang bersama Pemerintah Provinsi Banten segera melakukan pengecekan terhadap kondisi jalan di Desa Batuhideung.
Warga juga meminta agar dilakukan pemetaan terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan sehingga dapat diketahui mana saja yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pihak terkait lainnya.
Menurut warga, perbaikan jalan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi terhadap kehidupan masyarakat. Ketika akses jalan membaik, distribusi hasil pertanian lebih mudah, aktivitas ekonomi bergerak, anak-anak dapat bersekolah dengan lebih nyaman, dan pelayanan masyarakat pun menjadi lebih efektif.
Masyarakat Desa Batuhideung berharap aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai hasil pertemuan atau catatan semata.
Kini bola berada di tangan pemerintah.
Apakah kondisi jalan sepanjang puluhan kilometer tersebut akan segera ditinjau dan ditangani, atau masyarakat kembali harus menunggu hingga kerusakan semakin parah?
Warga berharap Bupati Pandeglang dan Pemprov Banten hadir langsung di Batuhideung, melihat kondisi sebenarnya, mendengar keluhan masyarakat, dan memberikan langkah konkret terhadap persoalan infrastruktur yang sudah menjadi kebutuhan mendesak tersebut.
Silaturahmi masyarakat bersama pemerintah desa, aparat, dan pendamping hukum masyarakat diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih kuat sekaligus mendorong percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi warga Desa Batuhideung.
Pawarta : midi
