-->

Notification

×

Iklan

Baut dan Besi Bendung Rengrang Dicuri, Bupati : Jangan Main-main dengan Aset Negara yang Menyangkut Nyawa dan Ketahanan Pangan

6 Agu 2026 | Agustus 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-06T15:08:00Z

Aspirasi Jabar || Sumedang – Aksi pencurian komponen di Bendung Rengrang memicu keprihatinan serius. Hilangnya baut, besi, hingga sejumlah bagian penting pintu air bukan sekadar kerugian material, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, merusak infrastruktur strategis negara, serta mengganggu pasokan air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Sumedang.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumedang tidak akan mentoleransi tindakan kriminal yang menyasar fasilitas vital tersebut. Saat melakukan peninjauan langsung ke Bendung Rengrang pada Rabu (5/8/2026), Dony menemukan sejumlah komponen penting telah raib akibat dicuri.

"Setelah saya melihat langsung ke Bendung Rengrang, ternyata banyak aset yang dicuri. Baut-baut, besi-besi, dan komponen lainnya hilang. Ini sangat berbahaya karena bisa berdampak terhadap keamanan dan keselamatan bendung," tegas Dony.

Menurutnya, aset yang hilang bukanlah barang biasa. Baut, besi konstruksi, hingga komponen pintu air merupakan bagian vital yang menopang keamanan struktur bendung sekaligus menjamin kelancaran distribusi air irigasi kepada para petani.

Kerusakan pada bagian-bagian tersebut berpotensi mengganggu operasional bendung, meningkatkan risiko kerusakan konstruksi, bahkan dapat membahayakan masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah bersama instansi terkait akan memperketat pengamanan kawasan Bendung Rengrang serta menindak tegas setiap pelaku pencurian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Saya mohon jangan ada lagi yang mencoba mengambil barang dari Bendung Rengrang. Baik baut, besi, maupun pintu air. Kami akan menjaga tempat ini lebih ketat. Siapa pun yang mengambil aset bendung dan membahayakan keselamatan masyarakat akan kami tindak tegas dan diproses secara hukum," ujarnya.

Pengelola bendung juga akan segera melakukan inventarisasi seluruh aset yang hilang dan menyusun laporan resmi kepada aparat penegak hukum sebagai dasar penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Bupati Dony menilai perlindungan terhadap Bendung Rengrang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan bendung.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila melihat aktivitas mencurigakan maupun aksi pencurian yang terjadi di lokasi.

"Jaga bersama-sama Bendung Rengrang. Kalau ada yang melihat atau mengetahui aksi pencurian, segera laporkan. Keamanan bendung adalah tanggung jawab kita bersama demi melindungi keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pasokan air bagi para petani," katanya.

Infrastruktur Strategis Penopang Ketahanan Pangan

Bendung Rengrang merupakan salah satu infrastruktur irigasi strategis di Kabupaten Sumedang yang dibangun sebagai bagian dari pengembangan jaringan irigasi pasca pembangunan Bendungan Jatigede. Bendung ini dirancang untuk mengairi sekitar 3.800 hektare lahan pertanian di wilayah Paseh, Conggeang, dan Ujungjaya sehingga memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan program ketahanan pangan nasional.

Karena itu, pencurian terhadap komponen bendung tidak hanya merugikan negara dari sisi aset, tetapi juga dapat mengancam keberlangsungan sistem irigasi yang menjadi tumpuan ribuan petani.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat swasembada pangan, menjaga keamanan infrastruktur sumber daya air menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan sektor pertanian. Fasilitas seperti Bendung Rengrang merupakan urat nadi pengairan yang harus dijaga bersama agar tetap berfungsi optimal bagi kepentingan masyarakat luas.

Jurnalis : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update