-->

Notification

×

Iklan

Jamran Buahdua 2026 Resmi Dibuka: Dari Tenda Perkemahan Karakter Generasi Muda Ditempa

31 Agu 2026 | Agustus 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T05:37:43Z


Aspirasi jabar || Sumedang — Suasana kawasan Palasah, Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Senin (31/8/2026), berubah semarak. Ratusan anggota Pramuka dari berbagai sekolah berkumpul mengikuti Jambore Ranting (Jamran) Kecamatan Buahdua Tahun 2026.

Kegiatan yang menjadi salah satu agenda pembinaan generasi muda di tingkat ranting tersebut secara resmi dibuka oleh Danramil Buahdua, yang hadir mewakili Camat Buahdua.

Pembukaan Jamran bukan sekadar seremoni. Di balik tenda-tenda yang berdiri dan seragam Pramuka yang memenuhi lokasi perkemahan, terdapat proses pendidikan karakter yang diharapkan mampu membentuk generasi muda yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, sekaligus memiliki semangat kebersamaan.

Berdasarkan rekapitulasi data peserta dan pembina, Jamran Buahdua 2026 diikuti peserta dari 27 sekolah SD/MI dan lima sekolah SMP/MTs.

Jumlah peserta mencapai 811 orang, terdiri atas 406 putra dan 405 putri. Mereka didampingi 148 orang pembina, yang terdiri dari 76 pembina putra dan 72 pembina putri.
Dengan demikian, total warga Jamran Buahdua tahun ini mencapai 959 orang.

Angka tersebut menunjukkan besarnya partisipasi satuan pendidikan dalam kegiatan kepramukaan di Kecamatan Buahdua. Hampir seribu orang akan berada dalam satu ruang pendidikan terbuka yang tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui kehidupan perkemahan.

Jambore Pramuka pada dasarnya dirancang sebagai kegiatan rekreatif-edukatif di alam terbuka. Sejumlah penyelenggaraan Jamran di berbagai daerah pada 2026 juga menempatkan kegiatan ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan, kemandirian, keterampilan, kepemimpinan, dan karakter peserta didik.

Semangat tersebut semakin relevan di tengah tantangan generasi muda yang terus berubah. Pramuka tidak cukup hanya menjadi aktivitas mengenakan seragam dan mengikuti upacara. Nilai yang lebih penting justru terletak pada bagaimana peserta belajar hidup bersama, menyelesaikan persoalan, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri baru-baru ini menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda sekaligus menyiapkan calon pemimpin masa depan.

Karena itu, Jamran Buahdua 2026 diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan pembukaan maupun rangkaian kegiatan perkemahan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk membawa pulang pengalaman dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi 811 peserta yang hadir, perkemahan di Palasah bukan sekadar bermalam di dalam tenda. Di sanalah mereka belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, persahabatan, gotong royong dan kepemimpinan.
Sementara bagi 148 pembina, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai semangat kepramukaan.

Dengan jumlah hampir seribu peserta dan pembina, Jamran Buahdua 2026 menjadi momentum besar untuk menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Alam terbuka pun dapat menjadi ruang belajar, tempat keberanian, kemandirian, persaudaraan dan tanggung jawab ditempa secara nyata.


Jurnalis : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update