-->

Notification

×

Iklan

Napak Tilas Sang Srikandi Aceh di Tanah Sunda, Menteri Ekraf Ziarahi Makam Cut Nyak Dien di Sumedang

5 Agu 2026 | Agustus 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T01:09:23Z
Aspirasi Jabar || Sumedang – Kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI, Teuku Riefky Harsya, ke Kabupaten Sumedang pada Selasa (4/8/2026) menjadi momen penuh makna. Menteri yang berasal dari Aceh tersebut memilih mengawali rangkaian kegiatannya dengan berziarah ke makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien di Kompleks Pemakaman Gunung Puyuh, Sumedang.

Ziarah tersebut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang. Suasana khidmat menyelimuti prosesi doa sebagai bentuk penghormatan kepada sosok pejuang perempuan yang dikenal gigih melawan penjajahan Belanda.
Di hadapan makam Cut Nyak Dien, Teuku Riefky Harsya mengaku kunjungannya bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga bagian dari napak tilas sejarah perjuangan pahlawan asal Aceh yang menghabiskan akhir hayatnya di Sumedang.

"Kami berziarah langsung ke makam Cut Nyak Dien untuk melaksanakan napak tilas perjalanan beliau. Kami juga melihat sendiri bagaimana keramahan masyarakat Sumedang dalam merawat orang tua kami. Terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Sumedang," ujar Teuku Riefky.

Usai berziarah, Menteri Ekraf melanjutkan kunjungannya ke rumah pengasingan Cut Nyak Dien yang berada di kawasan Kaum, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan. Rumah sederhana tersebut menjadi saksi bisu perjalanan akhir kehidupan sang srikandi Aceh setelah diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Sumedang hingga wafat pada 6 November 1908. Selama berada di Sumedang, Cut Nyak Dien dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif mengajarkan ilmu agama Islam meski berada dalam pengawasan pemerintah kolonial.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menilai kunjungan Menteri Ekraf memiliki nilai historis sekaligus emosional yang sangat mendalam. Menurutnya, Sumedang memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Aceh melalui keberadaan makam dan rumah pengasingan Cut Nyak Dien.

"Sumedang menjadi simbol. Daerah ini bukan sekadar tempat persinggahan sejarah, melainkan ruang untuk terus menumbuhkan semangat perjuangan, keberanian, dan pengabdian kepada bangsa," kata Tuti.

Ia menambahkan, keberadaan situs-situs bersejarah Cut Nyak Dien merupakan warisan bangsa yang harus terus dijaga bersama. Selain menjadi pengingat perjuangan para pahlawan, kawasan tersebut juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah, edukasi, dan budaya yang mampu memperkuat identitas kebangsaan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.

Makam Cut Nyak Dien di Kompleks Gunung Puyuh hingga kini menjadi salah satu destinasi sejarah penting di Sumedang. Keberadaannya menjadi simbol eratnya persaudaraan antara masyarakat Aceh dan Sumedang yang telah terjalin sejak masa pengasingan sang pahlawan nasional lebih dari seabad lalu.

Kunjungan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya pun menjadi pengingat bahwa jasa para pahlawan tidak hanya dikenang melalui buku sejarah, tetapi juga dirawat melalui penghormatan terhadap jejak perjuangan yang masih berdiri hingga hari ini. Dari tanah Sumedang, semangat Cut Nyak Dien terus hidup, menginspirasi generasi bangsa untuk menjaga persatuan, keberanian, dan kecintaan terhadap Indonesia.


Jurnalis : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update