Aspirasi Jabar || Purwakarta - Ormas Jaga Lembur dan Pakarang Adat menggelar rapat kepengurusan pada Kamis, 24/9/2026. Rapat tersebut dihadiri sejumlah jajaran pengurus, di antaranya Ketua Jaga Lembur dan Pakarang Adat Farid Arimba, Panglima Alan, Sekretaris Edo, Bidang Kelembagaan Ayi, serta Bidang Media Deluk.
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda organisasi, termasuk menindaklanjuti penerbitan Surat Keterangan (SK) terkait Sanggar Seni Budaya Jaga Lembur dan Pakarang Adat serta persiapan kegiatan pentas seni budaya.
Ketua Jaga Lembur dan Pakarang Adat, Farid Arimba, mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan berbagai program kebudayaan dapat berjalan secara terarah.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah tindak lanjut penerbitan Surat Keterangan (SK) Nomor: 400.6/.1/58/Kebud/IX/2026 yang diterbitkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan, terkait Sanggar Seni Budaya Jaga Lembur dan Pakarang Adat.
“Rapat ini diikuti jajaran kepengurusan untuk membahas dan menindaklanjuti SK tersebut, sekaligus melakukan konsolidasi mengenai program-program organisasi ke depan,” ujar. Farid.
Panglima Alan: Rapat Pengurus Jadi Momentum Menjaga Kekompakan
Panglima Jaga Lembur dan Pakarang Adat, Alan, mengatakan kehadiran pengurus dalam setiap rapat menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan serta membangun komunikasi antarjajaran.
Menurut Alan, setiap pengurus diharapkan memiliki semangat dan rasa tanggung jawab bersama dalam menjalankan program organisasi, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian budaya Sunda.
“Kita harus tetap semangat dan kompak. Setiap ada rapat pengurus, sebisa mungkin kita usahakan untuk hadir. Dengan hadir bersama, kita bisa berdiskusi, menyatukan langkah dan mengetahui apa saja yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar. Alan.
Ia menambahkan, kekompakan pengurus menjadi salah satu modal penting agar setiap agenda organisasi dapat berjalan dengan baik dan terkoordinasi.
“Jangan sampai komunikasi terputus. Kita bangun kebersamaan, saling mendukung dan sama-sama bergerak untuk ngamumule budaya Sunda serta menjaga lembur,” katanya.
Fokus pada Pelestarian Budaya Sunda
Farid menjelaskan, Jaga Lembur dan Pakarang Adat merupakan organisasi kemasyarakatan berbasis kebudayaan Sunda yang bergerak dalam bidang pelestarian adat, sosial, lingkungan, serta menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat melalui semangat ngajaga lembur.
Menurutnya, pelestarian budaya dilakukan melalui kegiatan ngamumule budaya, yakni merawat, melestarikan, memperkenalkan, dan mempublikasikan tradisi, seni, serta nilai-nilai kearifan lokal Sunda.
Selain itu, organisasi juga memiliki perhatian terhadap pelestarian situs adat, tempat bersejarah, lingkungan alam, serta pengawalan berbagai kegiatan dan ritual adat.
“Budaya harus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda. Kami ingin nilai-nilai karuhun, tata krama, kesenian dan tradisi Sunda tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Persiapan Pentas Seni di Wisata Kuliner (Wiskul)
Selain membahas SK, rapat juga membahas persiapan teknis dan konsolidasi pentas seni budaya yang direncanakan digelar dalam berbagai kegiatan, khususnya di kawasan Wisata Kuliner (Wiskul) setiap malam Minggu.
Persiapan tersebut mencakup koordinasi kepengurusan, materi pertunjukan, kesiapan para pelaku seni, jadwal pementasan, serta kebutuhan teknis lainnya.
Agenda pentas seni tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para seniman dan pegiat budaya untuk menampilkan kesenian tradisional sekaligus memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Farid menegaskan bahwa kegiatan kebudayaan tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan silaturahmi masyarakat.
“Pentas seni menjadi salah satu cara untuk mengenalkan dan menghidupkan kembali budaya Sunda. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi seniman sekaligus menjadi edukasi bagi generasi muda,” ujarnya.
Dengan adanya rapat dan konsolidasi jajaran kepengurusan, Jaga Lembur dan Pakarang Adat berharap program pelestarian budaya, kegiatan sosial, serta agenda pentas seni dapat berjalan secara terkoordinasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat yang diusung organisasi tersebut terangkum dalam prinsip “Menjaga Lembur, Merawat Adat, Melindungi Alam, Meneguhkan Masa Depan.”
Jurnalis : Deluk
Editor : Asp. SP.