Aspirasi Kabar || BANDUNG — Industri musik Sunda berduka. Kanaya Whulan atau yang akrab disapa Kanaya Whu, vokalis grup musik MK9, dikabarkan meninggal dunia. Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya usai menjalani perawatan intensif akibat sakit kanker di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kabar kepergian penyanyi berkarakter khas tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, lewat sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya.
"Kami menyampaikan berita duka. Telah meninggal dunia saudari kita, sahabat kita, teh Kanaya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena menderita kanker," ucap Dedi dalam video tersebut.
Mewarnai Khazanah Musik Sunda Modern
Nama Kanaya erat kaitannya dengan MK9, grup musik besutan Dedi Mulyadi yang konsisten membawakan karya-karya bernuansa lokal dan dekat dengan denyut kehidupan masyarakat Jawa Barat.
Kehadiran Kanaya di lini vokal memberikan warna tersendiri dalam upaya mendekatkan musik tradisional/nuansa Sunda kepada pendengar kontemporer.
Grup MK9 selama ini dikenal sebagai salah satu ruang kreatif alternatif bagi anak muda Sunda dalam mengekspresikan seni bermusik yang memadukan unsur tradisi dan modernitas. Kepergian Kanaya tentu meninggalkan kehilangan tersendiri bagi rekan se-grup, komunitas seni, penikmat musik Sunda, serta jejaring kolaborator kreatif di Bandung dan sekitarnya.
Doa dan Pesan Dedi Mulyadi
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi memanjatkan doa terbaik bagi almarhumah sekaligus menyerukan kebesaran hati masyarakat untuk membukakan pintu maaf.
"Semoga almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan diterima di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Mohon dimaafkan atas segala kesalahannya, semoga keluarganya ditabahkan dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini," tutur Dedi.
Hingga berita ini diturunkan, kerabat dekat dan pihak keluarga tampak hadir di rumah duka untuk proses pengurusan pemulangan dan pemakaman jenazah. Selamat jalan, Kanaya Whulan. Karya dan suaramu akan terus hidup dalam warna musik Sunda.
