-->

Notification

×

Iklan

Kemarau Mengering, Warga Buahdua Bersatu dalam Salat Istisqa, Memohon Hujan Penuh Berkah

15 Sep 2026 | September 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-15T11:25:10Z


Aspirasi Jabar || Sumedang – Di tengah kondisi kemarau yang mulai dirasakan masyarakat, warga Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, memilih menundukkan hati dan memperbanyak doa.

Selasa (15/9/2026), Camat Buahdua H. Kiki Hakiki, S.Ag., MM bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Besar Buahdua.

Suasana berlangsung khidmat. Warga dari berbagai kalangan berkumpul, mengikuti salat dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

“Melalui doa dan ikhtiar bersama, semoga Allah SWT menurunkan rahmat serta keberkahan hujan yang membawa manfaat bagi wilayah kita,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Salat Istisqa memang dianjurkan ketika umat Islam menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan hujan. Kementerian Agama menjelaskan, Salat Istisqa merupakan salat sunah muakkadah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Pelaksanaannya juga menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, bertobat dan memanjatkan doa.

Bagi masyarakat Buahdua, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan. Kebersamaan warga dan pemerintah kecamatan menjadi simbol ikhtiar bersama menghadapi kondisi alam yang berdampak terhadap kehidupan sehari-hari.

Kekeringan sendiri menjadi salah satu ancaman yang diperhatikan dalam dokumen perencanaan Kabupaten Sumedang. Pemerintah daerah mencatat sejumlah wilayah Sumedang, khususnya bagian timur dan utara, memiliki kerentanan terhadap kekeringan ketika curah hujan rendah. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertanian, ketahanan pangan hingga permukiman. 

Pemerintah Kabupaten Sumedang
Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sumedang juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau. 

Karena itu, Salat Istisqa di Buahdua menjadi momentum spiritual sekaligus pengingat bahwa menghadapi kemarau membutuhkan dua hal yang berjalan beriringan: doa dan ikhtiar nyata.

Warga pun berharap langit segera kembali menurunkan hujan, bukan sekadar untuk membasahi tanah, tetapi juga menghidupkan kembali sumber air, menyegarkan lahan pertanian, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Buahdua.

“Semoga hujan yang turun nantinya adalah hujan yang membawa manfaat, keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat,” menjadi harapan bersama dalam kegiatan tersebut.


Jurnalis : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update