Aspirasi Jabar || PURWAKARTA - Organisasi Masyarakat (Ormas) Jaga Lembur Pakarang Adat menghadiri kegiatan Safari Cinta Pemerintah Kabupaten Purwakarta di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakancikao, Sabtu malam (10/10/2026). Kehadiran organisasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat perhatian terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin, Kepala Desa Cilangkap Juliana, Camat Babakancikao, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Sadiah, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Safari Cinta menjadi salah satu ruang pertemuan langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah menyampaikan sejumlah program sekaligus menyerap aspirasi dan persoalan yang dihadapi warga di tingkat desa.
Dalam penyampaiannya, Bupati Purwakarta menyoroti persoalan ketidaksesuaian data tingkat kesejahteraan masyarakat atau desil yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima bantuan sosial. Pemerintah daerah mendorong agar pemutakhiran data dilakukan sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
Selain itu, persoalan penyerapan tenaga kerja lokal turut menjadi perhatian. Mengingat Kecamatan Babakancikao merupakan salah satu kawasan yang berkembang dengan aktivitas industri, pemerintah menekankan pentingnya membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Warga juga didorong untuk memanfaatkan aplikasi Cari Gawe guna memperoleh informasi mengenai kesempatan kerja dan pelatihan yang tersedia.
Jaga Lembur Pakarang Adat Apresiasi Pesan Pelestarian Alam
Ketua Ormas Jaga Lembur Pakarang Adat, Farid Arimba, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Safari Cinta yang dinilainya menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan pemerintah secara langsung di tengah warga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, memperoleh informasi mengenai program pembangunan, sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, bagi Jaga Lembur Pakarang Adat, salah satu pesan yang mendapat perhatian khusus adalah pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Farid menyoroti pesan filosofis yang disampaikan Bupati Purwakarta, yakni:
“Ngajaga alam, lembur tong dilebur, sagara tong diruksak.”
Pesan tersebut mengandung makna bahwa alam harus dijaga, kampung dan lingkungan tempat tinggal tidak boleh dihancurkan, serta wilayah perairan harus dilindungi dari kerusakan.
“ Kami sangat mengapresiasi pesan moral yang disampaikan Bupati Purwakarta. Bagi kami, menjaga alam dan merawat lembur merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh elemen yang memiliki kepentingan di Kabupaten Purwakarta,” ujar. Farid.
Ia berharap pesan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata, mulai dari penataan lingkungan, perlindungan kawasan alam, pengendalian pencemaran, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, pembangunan daerah seharusnya berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Pertumbuhan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur perlu diimbangi dengan pengawasan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi alam maupun kehidupan masyarakat.
Menjaga Lembur, Merawat Adat, Melindungi Alam
Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, kebudayaan, dan kepedulian lingkungan, Jaga Lembur Pakarang Adat menilai pelestarian alam merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat serta warisan budaya lokal.
Farid menegaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Sunda mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan lingkungan tempat tinggal.
Karena itu, pihaknya berharap Safari Cinta tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjawab berbagai persoalan di Purwakarta.
“Harapan kami, semangat ngajaga alam, lembur tong dilebur, sagara tong diruksak benar-benar menjadi komitmen bersama dan diwujudkan dalam langkah konkret. Alam harus tetap terjaga, lingkungan harus terlindungi, dan masyarakat harus merasakan manfaat pembangunan,” pungkasnya.
Jaga Lembur Pakarang Adat menyatakan siap mendukung upaya positif pemerintah daerah sekaligus mendorong agar pelestarian lingkungan, perlindungan budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Kabupaten Purwakarta.
Jurnalis : Deluk
Editor : Asp. SP.