-->

Notification

×

Iklan

Covid-19 VS Ekonomi

28 Mar 2020 | Maret 28, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-03-28T02:24:32Z


Oleh : Nur Amaliah Sopiyanti, (Mahasiswi Universitas Sunan Gunang Djati Bandung, Jurusan Ilmu Politik)
 
Virus Corona merupakan salah satu penyakit yang sedang menjadi perbincangan bukan hanya di satu negara, namun diseluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. 

Kemunculan virus ini masih menjadi tanda tanya banyak orang, kabar soal sumber kemunculan virus Corona dimulai dari makanan hingga hewan-hewan unggas. Hal ini disebabkan karena belum adanya informasi jelas soal asal muasal kemunculan dan penyebab virus tersebut. 

Pandemi Corona bukan hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga perekonomian. Indonesia sendiri bukan salah satu negara pengecualian, baik dari segi kesehatan maupun perekonomian. Berbagai kebijakan telah di lakukan oleh Pemerintah Indonesia dimulai dari pembatasan interaksi, jaga jarak aman, hingga pembatasan akses, termasuk bekerja dirumah, belajar di rumah, sampai ibadahpun dirumah. 

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi bertambahnya orang yang terinfeksi Virus Corona. Di lansir dari Jakarta, Kompas- Pemerintah menyatakan bahwa jumlah pasien yang positif Virus Corona dan mengidap Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Total kasus corona melonjak menjadi 1.046 dengan pasien meninggal 87 orang. 
Keadaan seperti itu pun semakin hari semakin berdampak buruk terhadap perekonomian, adanya akses lock down sangat merugikan bagi jalannya pemerintah dan akses pencaharian masyarakat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantas mengkaji skenario ringan hingga buruk terkait dampak virus corona tehadap beberapa profesi di berbagai Provinsi. Dan hasilnya, sopir angkot dan pengemudi ojek hingga buruh yang paling berdapampak. Tidak sedikit rakyat-rakyat yang berpenghasilan kecil menjerit kebingungan dengan perekonomiannya akibat dari Lock Down tersebut.

Menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati pun melalui video conferensi di Jakarta, Jumat (20/03) lalu, memberikan gambaran terkait ekonomi Indonesia tahun ini yang tertekan hebat akibat pandemi Corona. Bahkan dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya 2,5% atau tidak tumbuh sama sekali pada tahun 2020 ini.  Jika, pemerintah tidak bisa mengatasi pandemik corona ini secepatnya maka ekonomi tidak akan tumbuh sama sekali, dan Indonesia akan mengalami kerugian besar akan hal tersebut. 

Satu-satunya cara adalah memikirkan bagaimana pemerintah Indonesia dan rakyat  bisa bekerjasama dalam menangani dan mencegah virus corona agar perekonomian pun kembali dan akses kegiatanpun kembali. Dengan begitu kita tidak saling menyalahkan mana yang benar dan mana yang salah, antara rakyat dan pemerintah. Untuk sekarang yang dituntut dalam peneyelesaian virus corona ini bukan hanya pemerintah tapi rakyat pun harus bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam menangani virus corona ini.
×
Berita Terbaru Update