-->

Notification

×

Iklan

Kelurahan Cipaisan Orientasikan Pelayanan Publik

12 Mar 2020 | Maret 12, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-03-12T08:50:57Z



Aspirasijabar.net, Purwakarta-
Masih menjadi topik yang hangat di telingan Masyarakat, program "Gempungan Di Buruan Orang Lembur" perlahan menjadi prodak unggulan Pemkab Purwakarta untuk masyarakatnya.

Setiap Desa atau Kelurahan kini seolah berkompetisi membentuk ciri khas pelaksanaan Gempungan, hal itu pun terjadi di Kelurahan Cipaisan yang ingin memberikan kesan prima dalam pelayanan.

"Sebagai Lurah Cipaisan yang baru saya ingin warga lebih berperan aktif memajukan lingkungan khususnya peran Karang Taruna, dikesempatan ini setiap pelayanan yang ada satu persatu saya perhatikan juga dan mengarahkan warga yang memanfaatkan pelayanan,"Ujar Saepulloh Amsor.

Bahkan 2 Minggu sebelumnya, Lurah Saepulloh mempelajari tentang Pelayanan Terpadu melalui referensi dari kelurahan Lain yang sudah melaksanakan program Gempungan. Dia menunjuk di lingkungan RW 06 Kp. Sukarata menjadi tempat pelaksanaannya.

"Ketika regulasi Gempungan dilaksanakan di Kelurahan Cipaisan 2 Minggu sebelumnya saya mencari informasi pelaksanaan Gempungan, sampai pada Konsep yang saya buat yaitu lebih berorientasi pada Pelayanan Publik yang lebih prima," Ujarnya.


Sementara itu Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ketika menghadiri Gempungan di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta pada Rabu (11/03/2020) dirinya menuturkan pelayanan publik tetap menjadi fokus utama kebijakan dirinya lima tahun ke depan. 

Terlebih setelah kemarin menandatangani MoU Mal Pelayanan Publik, Anee berharap kegiatan Gempungan menyumbangkan percepatan layanan birokrasi. 

“Ujung tombaknya nanti dua, Mal Pelayanan Publik dan Gempungan ini. Jadi, tidak ada alasan, tidak ada celah berkelit bagi para birokrat untuk tidak melayani masyarakat. Gempungan punya 11 layanan utama. Mal Pelayanan publik lebih lagi. Satu bersifat top down, satu lagi bersifat bottom up,” ujarnya. 

Berdasarkan keterangan Anne, dalam setiap bulan terhitung sebanyak 36 ton beras dan 10 ton yang dibagikan untuk warga. Tak ketinggalan puluhan ribu paket susu siap minum pun termasuk dalam skema bantuan gratis itu. 

“Kebutuhan minum susu anak-anak Purwakarta harus terpenuhi. Kali ini bersifat stimulus, sebelum nanti kita siapkan program yang sifatnya berkelanjutan. Intinya, mereka harus tumbuh menjadi anak-anak istimewa,” ujarnya. 

(Kus)
×
Berita Terbaru Update