Aspirasijabar.net-Bogor. Yayasan Visi Nusantara (Vinus) Maju kembali mengadakan diskusi via daring membahas peran perempuan dalam masa new normal . Diskusi online tersebut berlangsung pada Kamis, (17/6/2020) dengan mengundang 3 (tiga) orang perempuan inspiratif yang sukses dalam menjalani peran publik dan peran domestik di jejak kehidupannya.
Ketiga perempuan tersebut 2 orang berasal dari Kabupaten Bogor dan 1 orang berasal dari Kabupaten Bangkalan. Mereka adalah Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Halimatus Sadiah Iwan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan Zaenab Zuraidah Latif. Diskusi dipandu oleh moderator Ika Ikomatul Mar’ah dengan host Siti Rohmayanti.
Ketua Yayasan Visi Nusantara Maju Yusfitriadi, dalam sambutannya memgatakan, peran serta kaum perempuan dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 sangatlah banyak. "Kita semua tidak bisa tutup mata dengan peran perempuan dalam penanganan Covid-19. Mereka terbukti mampu mengurusi keluarga sekaligus memberikan peran pada ranah lainnya sesuai pekerjaan mereka, termasuk di era new normal saat ini." ungkap Yusfitriadi.
Membuka diskusi daring tersebut, moderator Ika Ikomatul Mar’ah menyampaikan bahwa, menghadapi new normal, semua orang termasuk kaum peremouan harus tetap bisa menjalani aktivitas seperti biasa, dengan tetap berhati- hati dan menerapkan protokol kesehatan. "Namun bagaimana peran perempuan dalam hal ini? Apa yang harus dilakukan? Bagaimana pendapat para pemantik (narasumber) dalam diskusi ini?." ujar Ika .
Pemantik pertama Ummi Wahyuni mengatakan, peran perempuan di ranah domestik dan publik memang harus tetap berjalan seperti semula, baik dalam keadaaan PSBB atau menghadapi new normal. "Apapun pekerjaannya, dimanapun domisilinya dan bagaimanapun kondisinya, peran perempuan tetap harus dijalankan secara maksimal. Karena setiap peran yang dijalankan kaum perempuan, pasti punya tantangan sekaligus peluang." Ujar Ummi, sapaan akrabnya.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatus Sadiah Iwan menyampaikan bahwa tantangan utama bagi seorang perempuan di masa-masa seperti ini adalah melindungi keluarga. "Sementara peluangnya adalah bisa menjaga ketahanan gizi keluarga dengan rajin memasak. Sedangkan ketahanan ekonomi dengan belajar berbisnis kuliner/frozen food." Paparnya.
Pemantik ketiga, Zaenab Zuraidah Latif, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan mengatakan, seorang perempuan harus selalu mampu mengendalikan hati sebagai sumber kesehatan dirinya. "Hati harus selalu dijaga agar tetap bahagia. Kaum perempuan harus tangguh, kreatif dan berfikir positif. Sehingga akan mampu melalui pandemi ini." Jelasnya.
~ Giat diskusi daring tentang peran perempuan dalam era new normal. Kegiatan digelar oleh Yayasan Visi Nusantara Maju dan menghadirkan 3 orang narasumber perempuan yaitu Ketua KPU Kab.Bogor, Ketua PKK Kab. Bogor dan Ketua PKK Kab.Bangkalan Jawa Timur.
( Boim / Fahry Ketua FWHBU )

