Header Ads

Satu Pasien Reaktif Asal Desa Lusuo Pulau Morotai Meninggal Dunia

Aspirasijabar | MOROTAI- Satu pasien Reaktip berinisial SK asal Desa Lusuo Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara meninggal dunia pada pukul 17:30 WIT di RSUD Dehegila.

Pasien berjenis kelamin perempuan (26) itu sebelumnya dirawat di Puskesmas Bere Bere Kecamatan Morotai Utara, kemudian dirujuk ke RSUD Daruba dan telah menjalani perawatan khusus Covid-19 di ruang isolasi selama tiga hari, sejak Rabu 9-12 September 2020.

Menurut juru bicara Covid-19 Pulau Morotai, dr Toni Sambas, bahwa Hasil diaknosa dokter RSUD almarhum mengidap penyakit Suspec TBC dan mengarah ke Covid-19 sehingga pasien tangani secara husus.

"Hasil diagnosa Suspec TBC dan mengarah ke Suspec Covid-19, karena kondisinya menurun secara drastis hanya dalam waktu dua hari. Sehingga petugas medis pun seluruh menggunakan APD selama menangani pasien," terangnya.
Menurut dokter riwayat penyakitnya demam, influenza dan batuk. Kemudian batuk lendirnya sudah bercampur darah.

Rencana pihak RSUD dan Tim Gustu Covid-19 Pulau Morotai menangani almarhum secara protokol kesehatan untuk pemakaman, namun keluarganya menolak keras.

"Memang hasil Repiednya positif, hanya hasil swabnya belum keluar, sehingga belum dapat memastikan almarhum positif Covid-19, hanya perawatannya sudah menggunakan protokol kesehatan sesuai ketentuan," ungkap Direktur RSUD dr Giscard Kroons.

Ditegas dr Giscard bila keluarganya bersih keras mengambil paksa almarhum maka kami tidak bisa menahan karena hasil swabnya belum keluar. Tetapi, keluarga almarhum wajib menandatangani surat pernyataan agar Tim Gustu Covid-19 tidak disalahkan kemudian hari.

Di kwatirkan, kata dr Giscard, setelah pemakaman kemudian hasil swabnya keluar positif, ini akan berdampak pada keluarga dan masyarakat di Desa Lusuo. Maka surat pernyataan bagi keluarga almarhum sangat penting bagi kami sebagai pegangan.

Sementara pihak Keluarga beralasan almarhum selama ini tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah. Selain itu, hasil diaknosanya hanya asma, kemudian hasil swabnya blum keluar.

"Kami keluarga tetap membawa pulang, karena selama perawatan di RSUD kami keluarga yang mendampinginya dan lagi pula dirawat seperti pasien pada umumnya," ungkap Kakak Almarhum Ismail.

Dalam mengambil keputusan antara pihak keluarga dan Tim Gustu Covid-19 terjadi tarik menarik sehingga sejak sore hingga malam hari tepat pukul 23:40 WIT baru terjadi kesepakatan dan pihak keluarga menandatangani surat pernyataan tuk membawa Almarhum ke Desa Lusuo tuk dikebumikan secara umum.

(Oje)

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.