Header Ads

Bill Abd Azis Selaku Ketua Pemuda Pancasila Mengadakan Jumpa Pers Terkait Perusakan Kediaman Bupati 


Aspirasijabar | MOROTAI- Ketua Pemuda Pancasila Pulau Morotai Mic Bill Abd Azis dalam jumpa pers menegaskan Jika 3 orang terdakwa Siti cs kasus pengurusakan kediaman Bupati tetap di putuskan sesuai tuntutan jaksa, Maka sikap meteka akan buat aksi kembali seperti gerekan kasus Army Dock, ini bicara tentang keadilan karena orang yang hadir pada saat itu bukan orang-orang yang terorganisir atau datang di satu titik tidak, tapi datang dengan sendirinya karena kejadian Army Dock

"Maksud saya begini, tiga orang saat ini yang menjadi terdakwa adalah orang-orang yang meluapkan emosi karena anaknya menjadi korban, yang kemudian didalam kasus tersebut ada oknum-oknum di duga juga ada dalam lingkup Pemerintahan seperti Revi Dara dan ada juga Isteri Bupati," ungkap mantan anggota DPRD Morotai, Kamis (19/11/2020).

Lanjutnya, Akhirnya yang dibutuhkan adalah sikap dari Pimpinan Daerah, bagaimana dia menyelesaikan masalah ini dan bertanggungjawab, walaupun bertanghungbjawab sebatas seorang Bupati, dan orang-orang yang terlibat di atas segera di Proses.

Menurut Mc Bill, Kejadian yang di Kediaman Bupati adalah diluar dari massa yang terkontrol dari Ketua MUI, bahkan Ketua MUI memerintahkan agar tidak keluar dari massa yang berada di depan Polres Morotai.

Namun ada sekelompok massa yang diperintahkan oleh Komando lainnya dari Kantor Bupati bergeser ke Kediaman Bupati, maksud saya begini, kalau kita melihat secara keadilan berarti orang-orang yang terlibat secara teknis maupun admnistratif, dalam itu ada Pemerintah dan Organisasi lainnya terlibat melakukan Mobilisasi mengumpulkan masa di Armi Dock, izin dan segala hal ada di sana.
Kedua, siapa saja orang yang terlibat secara teknis mengatur kegiatan tersebut, tapi buktinya dilakukan fonis bebas terhadap orang-orang tersebut.

Kalau berbicaraa tentang tiga orang terdakwa ini, maka kita harus berbicara aktor intelektualnya, siapa yang menggiring mereka untuk bergeser ke Kediaman Bupati. Dalam pola gerakan, orang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut adalah Korlap atau Pemegang Komando tertinggi di Sound System. Mereka harus bertanggung jawab karena menggiring masa, tidak mungkin massa aksi melakukan aksi yang liar kalau tidak di perintah atau dininstruksi.

Sekarang yang kita harapkan, kalau memang Pemerintah Daerah tidak mencabut atau tidak membatalkan. Ini delik aduan jadi bisa di selesaikan, bisa di cabut oleh Pelapor, kalau Pemda tidak membatalkan atas tuntutan 3 orang ini maka kita juga akan melakukan aksinyang lebih besar soal Army Dock.

Kalau tetap ngotot kita juga berharap orang-orang yang terlibat secara teknis, secara administratif dan aktor intelektual dari kelompok yang melakukan kericuhan di kediaman Bupati harus segera mungkin ditangkap dan ditetapkan juga sebagai tersangka bahkan di terdakwakan.

Ini bukan persoalan agama tapi ini soal Solidaritas kerukunan antar umat beragama tentang keamanan dan stabilitas politik di Morotai barulah kitabbicara keadilan.

Nampak hadir, Majelis darul khairat, MUI, LMND Ketua persatuan haji, pemuda pancasila, asosiasi bentor, KNPI Morsel, pemuda alkhairat dan cendikiawan.

(oje)

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.