Aspirasijabar || Purwakarta Penutupan sepanjang jalan di RW 02 menuju kampung Sadang kini menjadi bahan perhatian oleh warga setempat dan menjadi momok pertanyaan oleh awak media dan warga sekitar tempat di wilayah hukum desa mulyamekar kabupaten Purwakarta kecamatan Babakan cikao.
Permasalahan berawal dari adanya pengaduan warga setempat yang tidak bisa di sebut kan namanya (ay),mengatakan bahwa kami selaku warga RW 02 secara bersama-sama menutup penutupan arah jalan menuju kampung Sadang kabupaten Purwakarta dikarenakan adanya dugaan permasalahan kompensasi pembongkaran jembatan yang tengah di laksanakan dilakukan oleh Waskita untuk pengalihan dan pembongkaran jembatan jalan, Waskita,memberikan uang kompensasi terdampak untuk warga sudah di realisasi kan oleh PT Waskita senilai total jumlah uang 75.000.000.00 untuk di bagi dua RW yakni RW 02.05 tepat yang berada terdampak lokasi pembongkaran tersebut.
Tak hanya itu ketika awak media menelusuri fakta dilapangan kemudian bertemu dengan salah satu warga setempat RW 02 (Ha) umur 40 tahun menuturkan terkait kenapa ditutup jalan ini menjelaskan bahwa dikarena kan dugaan uang untuk kompensasi warga yang untuk di RW O2 tidak ada tidak menerima uang kompensasi terdampak pembongkaran jalan jembatan yang di lakukan oleh PT Waskita padahal diketahui uang kompensasi dari Waskita sudah di berikan senilai 20.000.000 juta untuk warga yang terdampak tersebut dari Waskita yang di serah kan kepada desa mulyamekar dengan di wakilkan oleh RW masing - masing,akan tapi kenyataan nya tidak ada kejelasan uang kompensasi tersebut,tutunya.senin,(15/082/2).
Tema investigasi bergegas untuk dimintai konfirmasi kepada kepala desa yang kebetulan berada di lokasi,saat di tanya kepada kepala desa mulyamekar dilokasi tempat penutupan jalan tersebut kepala desa Sakim mengatakan ," permasalahan ini ini bukan terkait jembatan yang sedang di bongkar akan tetapi terkait permasalahan jalan lingkungan di wilyah nya untuk Pelebaran"ucapnya.
Sampai berita ini naik kemeja redaksi pihak dari Waskita dengan di wakil dari humas tidak mau untuk di konfirmasi terkait dugaan adanya permasalahan yang sedang berlangsung permasalahan ini,ketika di wa tidak di buka dan ketika di tol bye wa tidak mau di angkat kenapa bisa seperti itu semakin menjadi bahan pertanyaan untuk media.pungkasnya.
(Red)
