-->

Notification

×

Iklan

Aksi Unipas Turunkan Harga BEM, Atau Malut Keluar Dari NKRI

12 Sep 2022 | September 12, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-12T11:34:58Z


Aspirasijabar ||Morotai -- Ratusan Mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipas Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara, kepung kantor DPRD Pulau Morotai.

Masa aksi yang terdiri dari Bem Unipas, BEM Fakultas Ekonomi, Fakultas Fisip, Fakultas Teknik, Fakultas FKIP, Fakultas FPIK dan organisasi Cipayung.

Aksi dipimpin langsung Ketua BEM Unipas, Kasim Bungan, dimana aksi kali ini disentralkan di depan Kantor DPRD Pulau Morota, Seinin 13 (13/9)

Tuntutan aksi dengan spanduk bertuliskan "Unipas Bergerak Mosi Tidak Percaya Pemerintah Turunkan BBM Malut Keluar Dari NKRI"

Amatan Aspirasi Jabar , massa aksi tiba di kantor DPRD pukul 10.40 WIT, langsung menerobos pintu masuk. Hanya saja pihak keamanan TNI Polri dan Satpol PP cepat mengamankan.


Meski sempat terjadi nyaris baku hantam serta saling dorong antara pihak Satpol PP dan massa aksi. Namun pihak keamanan terus berupaya mengamankan massa aksi.

Ketua BEM Unipas Pulau Morotai, Kasim Bungan, menginstruksikan kepada massa aksi, jika aksi tidak diakomodir anggota DPRD maka massa aksi terosbis masuk.

"Saya instruksikan jika lima menit tidak koordinasi dengan anggota DPRD, kemudian tidak ada kepastian, dengan kenaikan BBM oleh kebijakan Presiden Jokowi maka aksi terus belansung,"koar Kasim

Orator lain, Natan juga menyuarakan kenaikan BBM yang sangat berdampak pada semua sektor. Apalagi sektor Pertanian dan Nelayan dampaknya sangat menjerit.

"Kenaikan BBM berdampak pada sembako dan pajak, beradapak pada nelayan juga tidak terjangkau pada BBM. Kemudian berdampak pada Sembako di pasar pasar," papar Natan

"Kita melihat juga dengan inflasi krisis Ekonomi, untuk itu kami meminta kepada anggota DPRD, harus bersikap menolak BBM secara total pada kenaikan BBM yang tidak bersolusi,"tambah Natan.

Aksi terus berlanjut, saling dorong pun terus terjadi. 

Sekitar pukul 11.30 WIT. Lagi - lagi massa aksi menutup jalan utama depan kantor DPRD, lantaran aspirasi tidak diakomodir anggota DPRD.

Massa aksi membakar Ban bekas serta terus menyuarakan tolak kenaikan BBM, mereka meminta agar Presiden Jokowi turunkan harga BBM bersubsidi dan non subsidi.

Aksi BEM Unipas tengah berlansung di depan Kantor DPRD itu, kemudian sekitar pukul 14.47 WIT sejumlah aktivis Bangsaha Pulau Morotai juga mendatangi kantor DPRD.

Aksi dikoordinir oleh Ris, dengan spanduk bertuliskan"Bubarkan Pemda dan DPRD, Tolak Pemilu 2024"

Selain aktivis Bangsaha, sejumlah kendaraan Bentor tengah bergabung dengan dengan massa aksi menuntut kenaikan harga BBM.

Berselang waktu, tampak hadir dilokasi aksi, Kapolres Pulau Morotai, AKBP Agung Reza Pratidina, Danramil Pulau Morotai, Mayor Inf, I Putu Artana Jaya, dan Ksatpol PP, Pulau Morotai, Najamuddin meninjau lokasi aksi. 

Aktivis Bangsaha yang tergabung dengan Pengendara Bentor saling mendorong dengan Polisi dan Satpol PP. 

Dilokasi aksi, massa aksi berkoordinasi dengan Kapolres Pulau Morotai, mereka meminta kehadiran anggota DPRD Morotai.

"Jika tuntutan kami tidak diakomodir maka kami akan bubarkan Pemerintah Daerah dan DPRD,"tegas Abdurahman Sajati.

Menurutnya, jika aksi kesekian kalinya tidak diakomodir DPRD dan Pemerintah Daerah, maka gerakan ini terus dilakukan hingga sampai bulan Desember.

"Kami akan bikin aksi ini sampai bulan Desember jika tuntutan kami di akomodir, kami minta beberapa anggota DPRD semua hadir untuk menanggapi ini, untuk kami kesini mempertanyakan bagaimana 20 anggota DPRD dan menanggapi belasan tuntutan  yang kami sampaikan,"tandasnya.(oje)
×
Berita Terbaru Update