Diduga SMPN 32 Kota Bandung Lakukan Pungutan Dengan Dalih Sumbangan Uang Bangunan -->

Diduga SMPN 32 Kota Bandung Lakukan Pungutan Dengan Dalih Sumbangan Uang Bangunan

24 Sep 2022, September 24, 2022
Pasang iklan



Aspirasijabar || Kota Bandung  - Lagi lagi dugaan pungutan dengan dalih sumbangan kerap terjadi di setiap sekolah, kali ini SMPN 32 Kota Bandung yang memungut Uang Bangunan dengan dalih Sumbangan, namun faktanya sumbangan tersebut diberikan batas waktu untuk menyelesaikan pembayaranya, hal ini dilakuakan dengan modus penggiringan pada rapat Orang Tua Siswa seolah sudah ada kesepakatan bersama sehingga bahasa pungutan itu adalah sumbangan.

Baca juga :



Berdasarkan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar:

Pasal 1 
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 

1. Satuan pendidikan dasar adalah satuan pendidikan penyelenggara program 
wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun yang meliputi Sekolah 
Dasar dan Sekolah Menengah Pertama termasuk Sekolah Dasar Luar Biasa, 
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Pertama Terbuka. 

2. Pungutan adalah penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan/atau 
barang/jasa pada satuan pendidikan dasar yang berasal dari peserta didik 
atau orangtua/wali secara langsung yang bersifat wajib, mengikat, serta 
jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan oleh satuan 
pendidikan dasar. 

3. Sumbangan adalah penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang 
dan/atau barang/jasa yang diberikan oleh peserta didik, orangtua/wali, 
perseorangan atau lembaga lainnya kepada satuan pendidikan dasar yang 
bersifat sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat, dan tidak ditentukan oleh 
satuan pendidikan dasar baik jumlah maupun jangka waktu pemberiannya. 

Dalam Permendikbud itu sudah jelas diuraikan antara pungutan dan sumbangan, sedangkan dari pihak Sekolah untuk mengelabui agar tidak bertentangan dengan Permen itu dikatakanlah bahwa uang itu adalah sumbangan.

Berawal dari Aduan Orang Tua Murid mengeluhkan terkait sumbangan tersebut kepada Media.


Baca Juga : 



"Beredar chat komite kelas/kordinasi kelas (Korlas) di grup Whats App Orang Tua Siswa Korlas memaparkan Ketua Komite mempertanyakan dana perkembangan pembangunan Sekolah, Korlas juga membandingkan dengan SMPN 33 Kota Bandung yang dimana Uang Bangunan dipatok Rp 100.000, bilamana mau menyumbang silahkan uangnya titipkan ke Saya (Korlas) atau di titip ke Guru dengan cara Uangnya dimasukan plastik atau amplop dan diberi nama," Ucap Orang Tua Murid yang tidak mau disebutkan namanya.

Tak hanya itu dichat orang tua juga Korlas menyampaikan "Silahkan niat ibu (orang tua siswa) mau memberikan Sumbangan berapa misalkan Mau memberikan 100.000 tapi di cicil silahkan mau 20.000/minggu atau mau 10.000/hari silahkan, Korlas juga menegaskan Kata Ketua Komite Batas Waktu Sumbangan sampaj pertengahan Oktober 2022," Tegas Orangtua Murid.

Dengan dasar aduan Orang Tua Team Media mencoba klarifikasi Kepada Sekolah namun Kepala Sekolah Sedang Rapat dan hanya bertemu dengan Humas, adapun setelah dikonfirmasi oleh awak media pihak Sekolah melalui humasnya mengelak apa yang terjadi pada sekolah SMPN 32 itu dan bersikukuh mengatakan bahwa itu adalah sumbangan.

Humas Menyampaikan "Disini tidak ada paksaan atau keharusan terkait sumbangan tersebut, juga waktu tidak ditetapkan tidak ada yang namanya uang harus masuk. Tidak ada sumbangan yang harus masuk pertama jumlah minimal kedua dengan waktu ketiga untuk apa, dan tidak ada keharusan," Jelas Humas.

Penulis : Indra & tim
Editor : Eka prabu

TerPopuler