Tidak mampu dengan tendangan putar oknum polisi penganiaya ancam tembak rekan kerja D -->

Tidak mampu dengan tendangan putar oknum polisi penganiaya ancam tembak rekan kerja D

5 Okt 2022, Oktober 05, 2022
Pasang iklan



Aspirasijabar ||Morotai -- Pengakuan teman D dalam kasus kekerasan yang dilakukan oknum Polisi Bripka R di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara terus terungkap.

Kasus tengah menimpah D atas tindakan penganiayaan itu, Bripda R lalu dipolisikan lantaran diduga menganiaya D pada Minggu (2/10) dini hari.

M, teman korban yang bekerja di Bandara Pitu Pulau Morotai itu, kepada Awak Media, mengungkapkan bahwa, tindakan kekerasan oknum Polisi terhadap D.

Kejadian itu, Kata dia, terjadi pada tahun 2021, tepatnya di taman kota Daruba Jam 9 malam.

"Memang benar saat itu tong di taman sama - sama. Terus mantan pacaranya itu datang dalam keadaan mabuk. Mungkin karena dia itu lagi ada masalah sama D, jadi, mau selesaikan," ungkap M, Rabu (5/9).

"Cuman kaya carannya berbeda gitu. Soalnya kan kaya dong punya masalah, jadi kita itu tidak ingin ikut campur," kata M.

Saat keduanya bertengkar, M bersama teman lainya meninggalkan mereka pulang. Namun oknum polisi itu melontrarkan kata - kata dengan ancaman tembak.

"Terus dia bilang kalau kalian pulang itu nanti saya tembak, tapi kita tidak melihat adanya pistol, tapi karena bahasanya itu dan posisi dia juga aparat kepolisian, jadi kita takut tertekan adanya ancaman itu. Sangat takut," ancamnya.

Setelah kita mengetahui kedua selalu bertengkar saat menjalani hubungan pacaran, kami pun menghindar dari mereka.
"Kita menarik diri dari D, karena setiap dia pacaran sama pacaranya yang itu. Kayak kita ikut tertekan karena selalu terlibat gitu. Saat itu status nya masih pacaran," ujarnya.

Mesti begitu, saya bersama teman-teman sangat mengharapkan, agar mereka berdua itu pisah dari hubungan pacarannya.

"Agar dalam kasus ini harus berlanjut supayah ada efek jerah ke oknum itu," timpalnya.

Hal ini, sebelumnya korban D mengungkapkan juga, pada 2021 saat keduanya masih berstatus pacaran, Bripda R pernah mengancamnya menggunakan pistol.

"Waktu itu saya lagi sama teman di Taman Kota Daruba. Dia datang dan tanya sesuatu, lalu dia ancam suruh jawab soalnya dia bawa pistol. Dia bilang 'ngoni jawab capat. Mau kita ini? Kita ada bawa pistol'," ungkap D, Minggu (2/10).

"Tapi memang dia ada buka begini ada pistol. Itu kajadian tahun 2021. Kejadian di 2021 sampai dua kali. Tapi ini dia ulang lagi kejadian ketiga 2022," sambungnya.

Baru-baru ini, Kapolres Pulau Morotai, AKBP Agung Reza Pratidina juga memastikan Bripda R tetap diproses hukum berdasarkan laporan mantan pacarnya, D.

"Saat ini juga yang bersangkutan sudah langsung kita proses ya," ungkap Reza.

Selain menganiaya D, Bripda R juga dilaporkan pernah mengancam D dan rekannya dengan pistol.

"Itu hanya ancaman saja, tapi ada sanksinya," ujar Reza.(oje)

TerPopuler