Aspirasi Jabar || Purwakarta - Suasana asri kerap kali identik dengan kehidupan pedesaan yang dikelilingi pemandangan hijau nan alami, berbeda dengan hiruk pikuk perkotaan. Salah satu contoh menarik dapat ditemukan di Desa Mekarjaya, Purwakarta. Desa ini memiliki potensi besar di bidang pertanian dan UMKM, dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan buruh harian. Meski hidup dengan kondisi sederhana, masyarakat Desa Mekarjaya menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong. Hal ini tampak nyata melalui partisipasi warga dalam berbagai kegiatan sosial, salah satunya program Ngosrek — program pemerintah Purwakarta yang diterapkan di desa ini. Dalam program Ngosrek, masyarakat bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar, menunjukkan semangat kebersamaan yang masih kental.
Pada 22 Juli 2025, Abah Koko selaku Kepala Desa Mekarjaya menyampaikan bahwa program Ngosrek telah sukses dilaksanakan dengan diikuti lebih dari 1.000 orang warga yang membersihkan area di sekitar RW 04 (RT 1–4) serta RW 05 hingga RW 06. Semangat gotong royong ini semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa dan mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang turut berpartisipasi dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Orda Mitra bekerja sama dengan pemerintah daerah Purwakarta dan Permata (Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta).
Pelaksanaan KKN ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kehidupan sosial, sambil belajar membangun relasi harmonis dengan warga setempat. Program KKN ini juga menjadi media pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kesadaran sosial, dengan harapan dapat menanamkan nilai olah rasa dan olah pikir pada para mahasiswa agar tercipta hubungan yang bersahabat antara peserta KKN dan warga.
Program KKN Orda Mitra Purwakarta ini dilaksanakan pada 19 Juli hingga 23 Agustus 2025 dan dibagi ke dalam empat siklus. Siklus pertama menjadi tahap krusial, dimulai dengan sosialisasi awal, rembug warga, hingga refleksi sosial. Sejak kedatangan para peserta KKN di lokasi, berbagai koordinasi dilakukan untuk memastikan program berjalan lancar. Pada 26 Juli 2025, sosialisasi awal berhasil dilaksanakan dengan melibatkan RT 7 hingga RT 9 serta RW 5 dan 6. Agenda sosialisasi ini bertujuan menjalin komunikasi awal dengan warga, memetakan kondisi masyarakat, dan mengidentifikasi kelompok-kelompok yang ada.
Acara sosialisasi berlangsung tertib, dimulai dengan pembukaan oleh master of ceremony hingga penutupan dengan doa bersama. Dalam rangkaian acara, para perangkat desa — mulai dari ketua RT, RW, hingga Kepala Desa — memberikan sambutan hangat kepada mahasiswa. “Selamat datang dan selamat menjalankan kegiatan di Dusun Ciseureuh ini. Semoga kalian betah dengan fasilitas yang ada di sini,” ujar Abah Koko mewakili perangkat desa lainnya. Sambutan tersebut menciptakan suasana akrab antara warga dan mahasiswa.
Namun, para mahasiswa tidak lantas berpuas diri hanya karena disambut baik. Dalam sesi pemaparan materi, Ahmad Nurwahid, salah satu perwakilan mahasiswa, melanjutkan dengan memohon tulus kepada warga, “Ibu bapak semuanya saya mewakili para mahasiswa dengan sangat tulus, memohon izin kepada masyarakat agar tidak menganggap kami sebagai orang asing. Mohon sekali kepada bapak dan ibu untuk melapangkan dadanya untuk menerima kami sebagai bagian dari masyarakat di Dusun Ciseureuh ini.” Permohonan tersebut disambut positif, sehingga rangkaian kegiatan pun berlanjut ke pemaparan materi siklus pertama yang berfokus pada tiga aspek penting: permasalahan, potensi, dan harapan masyarakat Desa Mekarjaya.
Sosialisasi ini menjadi wadah interaksi aktif antara warga dan mahasiswa. Topik yang dibahas mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kebersihan, organisasi, pertanian, hingga potensi pengembangan UMKM. Dalam rempug warga ini, mahasiswa memiliki tiga tujuan utama: membangun komunikasi awal, mengumpulkan data lapangan, dan melakukan refleksi sosial. Dengan demikian, diharapkan KKN ini tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa untuk menanamkan jiwa pengabdian dan kepedulian sosial.
-Yunika

