Aspirasi jabar II Sumedang -
Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan arah kebijakan APBD Perubahan Tahun 2025 dengan menitikberatkan pada sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang tentang penetapan Perda APBD Perubahan 2025, Kamis. (11/9/2025).
“Prioritas APBD Perubahan 2025 diarahkan untuk pemenuhan jaminan kesehatan, penguatan infrastruktur pendidikan, jalan, irigasi, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat dan pengelolaan sampah,” ungkap Bupati Dony.
Di sektor kesehatan, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, termasuk dukungan bagi rumah sakit dan Puskesmas.
Sementara di bidang pendidikan, dialokasikan anggaran untuk 117 titik peningkatan sarana dan prasarana sekolah, 39 proyek pembangunan infrastruktur pendidikan, serta pendanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ujungjaya.
Untuk peningkatan aksesibilitas, Pemkab Sumedang merencanakan pembangunan di 62 ruas jalan kabupaten. Tidak hanya itu, dukungan infrastruktur jalan juga diperkuat dengan pemasangan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan lampu PJU (Penerangan Jalan Umum).
Pada sektor pertanian, dialokasikan pembangunan 10 infrastruktur irigasi dan pertanian sebagai upaya mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani.
Bidang lingkungan juga menjadi perhatian dengan pengalokasian dana Rp2,5 miliar untuk memperbaiki sistem pengolahan sampah.
Selain itu, sektor ekonomi kerakyatan mendapat penguatan melalui pemberian subsidi Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) senilai Rp335 juta, yang ditujukan untuk membantu pelaku UMKM lokal.
Tak hanya itu, Pemkab Sumedang juga menyiapkan Rp4,8 miliar untuk pembebasan lahan strategis, mencakup pembangunan Sekolah Rakyat, pematangan Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cijeruk, serta lahan di Desa Mekar Rahayu.
Bupati Dony menegaskan bahwa APBD Perubahan bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari arah kebijakan dan harapan masyarakat Sumedang.
“Harapan masyarakat Sumedang adalah jalan yang bagus, sekolah yang layak, pelayanan kesehatan yang optimal, serta fasilitas pertanian yang mendukung kesejahteraan petani. Semua ini sudah dituangkan dalam APBD yang ditetapkan DPRD bersama Pemda Sumedang,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi pengelolaan APBD melalui layanan digital seperti WA KEPO dan Command Center Kabupaten Sumedang.
“Tahun ini berapa panjang jalan dan irigasi yang dibangun, berapa sekolah yang didirikan, semua harus disampaikan secara terbuka. APBD ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terbuka terhadap aspirasi dan kritik masyarakat.
“Mari bersama-sama menerima masukan dan mengawal program-program pemerintah. Setidaknya sudah ada saluran resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik, agar pembangunan di Sumedang benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
Jurnalis : Aep Mulyana
Editor : Asp. SP.
