-->

Notification

×

Iklan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Jhon Tiala, Harga rumput laut Nasional 15.000/Kg

19 Sep 2025 | September 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-19T10:33:31Z

Aspirasi Jabar Morotai - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Jhon Tiala, memberikan tanggapan terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) yang tergabung dalam organisasi Samurai pada beberapa waktu lalu. Aksi tersebut menuntut penyesuaian harga jual rumput laut di wilayah Morotai.

Jhon Tiala menyatakan bahwa tuntutan mahasiswa terkait harga rumput laut nasional akan dicek kembali. Menurut informasi yang diperolehnya, harga rumput laut di tingkat investor di Jakarta adalah Rp15.000 per kilogram.

"Karena harga nasional rumput laut itu ketika dikonfirmasi ke investor di Jakarta itu, di sana harganya 15 ribu," ungkap Jhon saat diwawancarai di pelataran kantor Bupati, Jumat (19/9/2025).

Lebih lanjut, Jhon Tiala mempertanyakan klaim mahasiswa mengenai harga rumput laut yang mencapai Rp25.000. Ia menantang para mahasiswa untuk membuktikan narasi tersebut.

Jika memang ada pembeli yang mengambil dengan harga Rp25.000, Jhon berjanji akan mendatangi lokasi di Desa Galo-Galo bersama mahasiswa untuk mengeceknya.

"Dan jika terdapat pembeli yang ambil harga 25 ribu maka pihak perusahaan akan bawa masuk hasil panen dari desa Galo-Galo, Kolorai dan desa Ngele-Ngele ke pembeli yang beli dengan harga 25 ribu itu," tegasnya.

Mengenai temuan mahasiswa di lapangan bahwa investor membeli rumput laut di tiga desa (Galo-Galo, Kolorai, dan Ngele-Ngele) dengan harga antara Rp10.000 hingga Rp11.000, Jhon menjelaskan bahwa harga tersebut merupakan penyesuaian dengan harga nasional.

Ia menyebutkan bahwa pengusaha tidak mungkin merugi, mengingat tingginya biaya operasional. "Jadi tidak mungkin pengusaha mau rugi, karena pengangkutan dari tiga desa terus sewa kontainer sampai penjualan ke Surabaya itu keuntungan mereka hanya palingan di Rp2.500 (dua ribu lima ratus)," jelasnya.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan soal harga, Jhon Tiala memastikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) tidak menutup mata terhadap keluhan petani rumput laut. Pemda saat ini telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan bibit rumput laut bagi ketiga desa tersebut sebagai bentuk perhatian.

Selain dari aspek harga, Jhon menambahkan bahwa pihak perusahaan juga memiliki peran sosial di tengah masyarakat. Ia mencontohkan, perusahaan sering menanggung biaya perbaikan pipa air warga yang bocor dan berpartisipasi saat ada warga yang berduka.

"Jadi mereka tidak sekadar membeli rumput laut, tapi dari segi sosial juga perusahaan sering berpartisipasi," katanya.

Di samping itu, DKP juga berupaya membantu nelayan dengan menyiapkan bibit rumput laut dan pengadaan bodi kapal meskipun jumlahnya terbatas dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.

"Oleh karena itu kami mohon bersabar untuk nelayan dan petani rumput laut. Kami pemerintah daerah tetap berusaha menanggapi keluhan-keluhan dari nelayan dan petani rumput laut serta memberikan jawaban-jawaban sesuai dengan kemampuan anggaran kami," pungkas Jhon.(Oje)
×
Berita Terbaru Update