Aspirasijabar, Bandung - Pemerintah Desa Cicalengka Wetan menyelenggarakan Rembuk Stunting Tahun 2025 pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Gor desa. Kader penggerak kesehatan Posyandu hadir di acara tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program pencegahan dan penanganan stunting di desa, serta merumuskan usulan kegiatan prioritas untuk dimasukkan ke dalam RKPDes dan APBDes tahun 2026.
Kegiatan rembuk dihadiri oleh Pemerintah Desa, BPD, kader pembangunan manusia (KPM), kader kesehatan, perwakilan sektor pendidikan dan perwakilan Kasi pemerintahan kecamatan, serta unsur masyarakat lainnya.
"Forum ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut program Rumah Desa Sehat (RDS) dan upaya konvergensi percepatan penurunan stunting di tingkat desa," ujar seorang peserta.
Dalam kegiatan ini disampaikan berbagai data sasaran yang menjadi perhatian khusus, seperti remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, balita, dan baduta.
Selain itu, juga dilaporkan kegiatan yang telah terealisasi di tahun 2025, antara lain posyandu remaja, kelas ibu hamil, posyandu rutin dan serentak, kunjungan rumah, serta pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pemulihan bagi balita gizi kurang.
Melalui diskusi yang berlangsung, peserta rembuk menyampaikan masukan dan menyepakati usulan kegiatan penanganan stunting tahun 2026. Beberapa kegiatan prioritas yang diajukan antara lain:
- Peningkatan intensitas dan kualitas layanan posyandu remaja dan balita.
- Edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon pengantin.
- Pemberian makanan tambahan dan dukungan gizi untuk ibu hamil KEK/RESTI dan balita berisiko.
- Penguatan peran kader dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan
Sebagai bagian dari tindak lanjut, forum juga menunjuk nama-nama personel yang akan bertugas mengawal hasil rembuk agar masuk dalam perencanaan RKPDes dan APBDes 2026. Rapat ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Pemerintah Desa, BPD, dan perwakilan masyarakat.
Kepala Desa Cicalengka Wetan Nanang Sutrisna menyampaikan, penanganan stunting di desanya sangat diutamakan dan mendapat perhatian khusus oleh para kader kesehatan posyandu di masing-masing wilayah RW, "Kita harapkan semua ini bisa berjalan sesuai keinginan," kata Nanang.