-->

Notification

×

Iklan

Puluhan Sopir Dump Truk Gelar Aksi Damai di Morotai, Protes Kelangkaan Solar Subsidi dan Harga Dexlite yang Membengkak

11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-11T10:09:19Z


Asirasi Jabar || Pulau Morotai, 11 Mei 2026 – Puluhan sopir dump truk melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Pengemudi Angkutan Darat (Organda) Pulau Morotai menggelar aksi damai dengan melakukan konvoi sepanjang jalan di pusat kota Daruba pada Senin (11/5). Aksi ini disebabkan oleh kelangkaan solar subsidi yang telah berlangsung selama tiga tahun di Kabupaten Pulau Morotai, serta tingginya harga BBM Dexlite yang dinilai memberatkan para pengemudi.
 

Dalam kesempatan tersebut, DPC Organda Pulau Morotai juga melakukan hearing bersama DPRD dan Pemerintah Daerah untuk menuntut solusi atas permasalahan yang dihadapi.
 

Ketua DPC Organda Pulau Morotai, Arsil Nyong, menyampaikan bahwa harga Dexlite kini telah mencapai Rp26.700 per liter dari sebelumnya Rp14.500. Kondisi tersebut sangat berdampak terhadap pendapatan para sopir angkutan umum karena biaya operasional terus meningkat.
 

“Kami meminta adanya penyatuan harga BBM. Kalau harga tetap di Rp26.700, maka teman-teman Organda hanya merugi, bukan mendapatkan keuntungan,” ujar Arsil kepada wartawan.

 
Selain persoalan harga Dexlite, Organda juga meminta Pemerintah Daerah dan DPRD untuk memfasilitasi penyampaian surat rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan tembusan ke Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) terkait kuota solar subsidi yang disebut telah lama hilang di Pulau Morotai. Menurutnya, keberadaan solar subsidi sangat penting untuk menunjang operasional kendaraan angkutan umum yang melayani masyarakat setiap hari.
 

Arsil juga memberikan ultimatum kepada pemerintah daerah dan DPRD. Ia menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak diakomodir dalam waktu tujuh hari, maka pihaknya akan menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar bersama Organda tingkat kabupaten hingga provinsi.

 
“Aksi kali ini jika tuntutan kami tidak diakomodir dalam tujuh hari, maka kami secara institusi Organda dari kabupaten hingga provinsi akan melakukan aksi yang cukup masif,” tegasnya.

 
Ia berharap distribusi solar subsidi yang telah hilang selama tiga tahun dapat segera dipulihkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan mobil angkutan umum. “Jika harga Dexlite tetap tinggi, kami meminta Pemerintah Daerah memberikan subsidi BBM Dexlite kepada para sopir angkutan umum agar aktivitas transportasi masyarakat tetap berjalan normal,” harapnya menutup pernyataan.
 
(oje)
×
Berita Terbaru Update