-->

Notification

×

Iklan

Hijaukan Alam, Selamatkan Mata Air: Desa Ciawitali Tanam 3.000 Pohon Trembesi Dan Ketapang Kencana

30 Jan 2026 | Januari 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-30T06:55:59Z




Aspirasi Jabar || Sumedang -  Komitmen Pemerintah Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali dibuktikan melalui aksi nyata. Sebanyak 3.000 pohon trembesi dan ketapang ditanam secara serentak di Blok Kentul serta kawasan mata air Desa Ciawitali, Jumat. (30/1/2026).


Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang desa dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah kerusakan lingkungan, sekaligus melindungi sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan warga.


Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Ciawitali, unsur Forkopimcam Buahdua, perwakilan UPT Pertanian, serta Cabang Dinas Kehutanan. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah desa dan instansi terkait dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan.


Tak hanya melibatkan unsur pemerintahan, penanaman pohon juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah mengabdi di Desa Ciawitali. Semangat gotong royong terlihat jelas saat seluruh peserta turun langsung ke lapangan, menanam bibit demi bibit dengan penuh antusias.


Koordinator lapangan kegiatan, Fredi Supriadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Ciawitali, menjelaskan bahwa pemilihan pohon trembesi dan ketapang dilakukan karena memiliki manfaat ekologis jangka panjang.


“Selain berfungsi sebagai peneduh, pohon trembesi dan ketapang kencana memiliki daya serap air yang baik. Ini penting untuk menjaga debit mata air dan mencegah erosi,” ujar. Fredi. 


Ia berharap, gerakan penghijauan ini tidak berhenti pada seremoni semata, namun dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga dan merawat lingkungan.


Dengan langkah konkret ini, Desa Ciawitali menegaskan diri sebagai desa yang peduli lingkungan, sekaligus menjadi contoh bahwa pembangunan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan demi keberlanjutan generasi mendatang.


Jurnalis : Aep Mulyana


Editor     : Asp. SP. 
×
Berita Terbaru Update