-->

Notification

×

Iklan

Di Balik MMD dan CKG: Cara Puskesmas Sabatai Mendekatkan Layanan

26 Jan 2026 | Januari 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-26T09:52:36Z



Aspirasi Jabar Morotai -  Di ruang balai desa hingga sudut-sudut permukiman warga, Puskesmas Sabatai perlahan membangun pola pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) puskesmas ini berupaya menjembatani jarak antara fasilitas kesehatan dan warga desa.

Kepala Puskesmas Sabatai, Nurhayati Teppo, menjelaskan bahwa MMD menjadi titik awal untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara utuh. Forum ini digelar setelah puskesmas melakukan survei mawas diri di setiap desa.

“Jadi MMD itu dilakukan untuk membahas hasil survei kesehatan yang sebelumnya dilakukan, yaitu survei mawas diri. Kemudian memetakan masalah kesehatan dalam desa dan merencanakan penyelesaian masalah kesehatan untuk dilakukan dalam setahun,” ujar Nurhayati saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 26-01-2026.

Hasil pemetaan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui layanan kesehatan yang langsung menyasar masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan CKG yang digelar rutin di desa-desa.

Menurut Nurhayati, Puskesmas Sabatai telah melaksanakan MMD di sembilan desa yang menjadi wilayah kerjanya pada awal tahun ini. Setiap desa memiliki karakter dan tantangan kesehatan yang berbeda, sehingga pendekatan pelayanan pun disesuaikan dengan kebutuhan setempat.

Selain MMD, CKG menjadi pintu masuk bagi warga untuk mengenal kondisi kesehatannya sejak dini. Program ini dilaksanakan secara terjadwal setiap bulan dan menyentuh hingga tingkat RT.

“Karena setiap puskesmas harus mencapai target, maka tiap bulan pelaksanaannya dilakukan di setiap RT. Wilayah kerja kami ada sembilan desa. Untuk anggaran operasionalnya melekat di BOK karena sekarang menunya sudah ada di situ,” jelasnya.

CKG dilaksanakan satu kali setiap bulan di setiap desa sepanjang tahun. Jika target pemeriksaan belum tercapai, puskesmas akan melakukan evaluasi dan mengulang pelaksanaan agar seluruh sasaran dapat terlayani.

Di balik kegiatan tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Nurhayati menegaskan bahwa layanan CKG tidak dipungut biaya dan terbuka bagi seluruh lapisan warga.

“Kami harap masyarakat bisa datang memanfaatkan layanan yang ada, karena pemeriksaan ini dilakukan secara gratis. Ini penting agar masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, dan jika ditemukan risiko atau masalah kesehatan bisa langsung ditangani lebih cepat,” tutupnya.

Melalui MMD dan CKG, Puskesmas Sabatai tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa kesehatan desa dimulai dari partisipasi warganya sendiri.(oje)
×
Berita Terbaru Update