Aspirasi Jabar || KARAWANG - Pemerintah Kabupaten Karawang resmi meresmikan Jembatan Ciselang yang berada di ruas Jalan Cikampek -Wadas, Kecamatan Kotabaru. Jembatan ini menjadi akses vital penghubung antarwilayah, yakni Kecamatan Cikampek, Kecamatan Tirtamulya, hingga Kecamatan Lemahabang, yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Rusman, mengatakan Jembatan Ciselang dibangun sebagai pengganti jembatan lama yang kondisinya sudah tidak memadai. Jembatan sebelumnya memiliki lebar terbatas sehingga kendaraan tidak bisa berpapasan dan harus bergantian saat melintas.
“Jembatan ini dibangun sebagai pengganti jembatan lama yang memang sudah tidak memadai. Jika kendaraan berpapasan, harus bergantian karena jembatannya kecil,” ujar. Rusman, Kamis. (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Ciselang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada tahun 2024 dengan fokus pada pembangunan struktur jembatan, mulai dari fondasi, bangunan bawah, hingga bangunan atas. Sementara tahap kedua dilanjutkan pada tahun 2025 dengan penyelesaian pembangunan secara keseluruhan.
“Secara keseluruhan, jembatan ini memiliki panjang sekitar 45 meter dengan lebar 6 meter. Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Ciselang mencapai kurang lebih Rp8 miliar,” paparnya.
Rusman menambahkan, selain menghubungkan wilayah Cikampek, Tirtamulya, Wadas, dan Lemahabang, Jembatan Ciselang juga menjadi akses penting dari wilayah Tamelang hingga Jatisari. Bahkan, jembatan ini berfungsi sebagai jalur utama menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.
“Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas masyarakat sekaligus mendukung operasional angkutan sampah menuju TPA Jalupang, sehingga pelayanan kebersihan di Karawang semakin optimal,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Karawang, Aep Saepulloh, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Ciselang merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut jembatan lama telah berusia puluhan tahun dan tidak lagi sesuai dengan volume aktivitas masyarakat.
“Jembatan ini menghubungkan Cikampek, Kotabaru, Tirtamulya sampai Lemahabang. Jantung pergerakan masyarakat ada di sini. Kepala desa setempat sudah lama menyampaikan bahwa jembatan sebelumnya terlalu kecil,” ujar Aep.
Aep juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah. Ia pun meminta agar jembatan tersebut dilengkapi dengan penerangan yang memadai demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Jangan sampai jembatan bagus hanya ada di kota, tapi di daerah gelap dan tidak ada lampunya. Saya minta jembatan ini harus terang,” tegasnya.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Ciselang, Aep berharap dapat membuka akses perekonomian masyarakat sekitar serta mendorong pertumbuhan wilayah.
Ke depan, Pemkab Karawang juga merencanakan pembangunan sarana pendukung lainnya di Kecamatan Kotabaru, seperti fasilitas olahraga dan kantor kecamatan.
“Mudah-mudahan jembatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi pemicu kemajuan perekonomian,” pungkasnya.
Sumber : Edo.
Editor : Asp. SP.


