Aspirasi jabar || Sumedang – Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, bersama Kapolsek Buahdua dan Danramil Buahdua turun langsung melakukan monitoring pengerjaan ruas jalan Burujul–Sanca, Senin (23/2/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis senilai Rp36 miliar itu berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat.
Kehadiran unsur Forkopimcam di lokasi proyek menjadi bentuk sinergitas lintas sektor dalam mengawal pembangunan infrastruktur yang dinilai vital bagi konektivitas wilayah di Kabupaten Sumedang.
Diketahui, proyek peningkatan ruas jalan Burujul–Sanca tersebut secara teknis berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam hal ini berperan sebagai penerima manfaat dari pembangunan tersebut.
Meski bukan pelaksana teknis, Camat Buahdua menegaskan bahwa pihak kecamatan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan proses pekerjaan berlangsung kondusif di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa pengerjaan berjalan aman, tertib, serta tidak menimbulkan persoalan sosial di masyarakat. Komunikasi antara pelaksana proyek dan warga harus tetap terjaga dengan baik,” ujar Kiki di sela-sela peninjauan.
Ia menambahkan, proyek ini memiliki arti penting bagi masyarakat Buahdua dan sekitarnya, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kapolsek dan Danramil Buahdua juga menyatakan kesiapan mendukung pengamanan dampak Sosial dari proyek, agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana tanpa gangguan akibat konflik sosial.
Dengan pengawasan bersama dari unsur pemerintahan dan aparat keamanan, diharapkan proyek ruas jalan Burujul–Sanca dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Sumedang, khususnya warga Buahdua.
Pemerintah kecamatan pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung proses pembangunan tersebut demi kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Jurnalis : Aep Mulyana