Aspirasi Jabar Morotai - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, memastikan stok Bawang, rica, tomat (Barito) tetap aman menjelang bulan Ramadan hingga hari raya idulfitri 1447 Hijriah/ 2026 Masehi.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai, Tahmid Bilo, ketika dikonfirmasi mengaku, meski akses laut distribusi barito dari Manado ke Morotai sedang terkendala, stok barito jelang ramadan tetap terjamin.
"Padahal ini kapal dari Manado ke Morotai juga sudah beberapa pekan tidak masuk pun harga dari petani masih aman. Jadi untuk stok barito menjelang bulan puasa hingga lebaran ini insyaallah aman," kata Tahmid, Kamis (5/2).
Menurutnya, setiap saat pihaknya terus meng-update stok barito dari petani lokal Morotai. Sehingga itu, berdasarkan data tersebut, stok barito dipastikan aman jelang bulan suci ramadan hingga hari raya idulfitri. Apalagi, di bulan ini kebanyakan petani Morotai sedang memasuki musim panen.
"Sebab, dari pantauan harga juga masih stabil. Tomat masih di angka Rp20 ribu per kilo, cabai keriting di angka Rp50 ribu, kemudian cabai nona Rp45 ribu, cuma telur yang naik Rp5 ribu per rak," jelasnya.
"Jadi torang punya petugas di lapangan juga tetap konsisten dengan data mereka, karena setiap hari ada yang tanam dan panen itu tetap dilaporkan ke petugas sehingga kita bisa tahu di lapangan," terangnya.
Senada, sejumlah pedagang barito di area pasar Central Bussiness District (CBD) pun mengaku, belum ada perubahan harga barito sejak Desember hingga awal Februari 2026 ini. Hanya saja, terjadi kenaikan harga dari dua jenis komoditi, yakni wortel dan kentang.
"Kentang dan wortel sebelumnya Rp25 ribu, sekarang sudah Rp30 ribu per kilo. Ini naik karena keterlambatan kapal yang masuk ke Morotai," ujar Sela, salah satu pedagang barito.(oje)
