-->

Notification

×

Iklan

Rio Lahskart, Power Vokal dan Evolusi yang Dinanti di Panggung Indonesian Idol Musim XIV

23 Feb 2026 | Februari 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-23T04:12:24Z

Aspirasi jabar || Jakarta – Di tengah ketatnya persaingan dan deretan talenta terbaik yang menghiasi panggung Indonesian Idol Musim XIV, satu nama terus menguat gaungnya: Rio Lahskart. Bukan sekadar kontestan, ia tampil sebagai representasi perjalanan musikal yang sarat determinasi, keberanian, dan evolusi yang konsisten dari pekan ke pekan.


Sejak kemunculan perdananya, Rio telah memancarkan karakter vokal yang tegas dan bertenaga. Timbre suaranya kuat, dengan kontrol yang terbilang matang. Namun daya tariknya tidak berhenti pada power vokal semata. Yang membuat Rio berbeda adalah proses bertumbuh yang nyata—setiap penampilan terasa seperti babak baru yang lebih dalam, lebih berani, dan semakin emosional.


Salah satu momen penting hadir saat ia membawakan lagu “Cinta Tak Mungkin Berhenti.” Di atas panggung, Rio tidak hanya menyanyikan lagu tersebut, melainkan menghidupkannya. Dinamika vokal yang terjaga, nada tinggi yang bersih, serta penghayatan yang jujur menjadikan penampilannya terasa personal dan menyentuh. Ia mampu meramu teknik dan emosi dalam komposisi yang seimbang—sebuah kualitas yang kerap menjadi pembeda antara penyanyi dan performer sejati.


Tak berhenti di situ, lewat lagu “Mati-Matian,” Rio menunjukkan keberanian keluar dari zona nyaman. Ia tampil lebih agresif, penuh intensitas, dan menghadirkan energi panggung yang berbeda dari sebelumnya. Lagu ini menjadi penegasan bahwa Rio mampu menyesuaikan karakter vokalnya dengan spektrum emosi yang ekstrem.


Sebaliknya, dalam “Teganya Kau,” ia menghadirkan sisi rapuh yang kontras. Ada kelembutan dan kepedihan yang terasa tulus, membuktikan fleksibilitas musikal yang tidak banyak dimiliki kontestan pria musim ini. Rio seperti memahami bahwa kekuatan bukan hanya soal nada tinggi, tetapi juga soal keberanian memperlihatkan kerentanan.


Sejumlah penonton dan pengamat musik pun sepakat, progres Rio adalah salah satu yang paling dinanti setiap pekannya. Ia bukan penyanyi yang statis. Ia mendengar kritik, menyerap masukan juri, lalu mengolahnya menjadi senjata baru di penampilan berikutnya. Proses itulah yang membuat perjalanannya terasa autentik.


Di panggung Indonesian Idol Musim XIV, Rio Lahskart tidak sekadar bernyanyi untuk bertahan. Ia tengah membangun identitas—sebagai artis dengan karakter kuat, visi yang jelas, dan konsistensi dalam berkembang. Dan di situlah letak magnetnya: evolusi yang terus bergerak, membuat publik menanti kejutan berikutnya.

Jurnalis : (Ysf)

Editor : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update