-->

Notification

×

Iklan

Sepucuk Surat Bocah SD Di Ngada: Pesan Sunyi untuk Ibu yang Menggugah Nurani

4 Feb 2026 | Februari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-04T14:04:48Z




Aspirasi Jabar || Ngada, NTT - Kesunyian pagi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, siswa kelas IV Sekolah Dasar berinisial YBR, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tak wajar. Kepergiannya meninggalkan luka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.



Di balik tragedi itu, tersisa sepucuk surat kecil - ditulis tangan dengan bahasa daerah setempat. Isinya sederhana, polos, namun menyesakkan. Surat tersebut merupakan pesan perpisahan YBR untuk sang ibu. Tidak ada kemarahan, hanya ungkapan sedih, kecewa, dan satu permintaan tulus: agar ibunya tidak bersedih.



Polisi membenarkan bahwa surat tersebut ditulis oleh almarhum. “Tulisan tangan itu milik korban. Isinya sedang kami dalami untuk mengetahui latar belakang perasaan korban,” ujar. pihak kepolisian.
Sehari-hari, YBR tinggal bersama neneknya. Orang tuanya berada di desa tetangga.



 Seperti anak-anak lain, ia seharusnya berangkat ke sekolah pagi itu. Namun langkah kecil itu tak pernah sampai ke ruang kelas. Pagi itu, YBR memilih diam dan keheningan itulah yang kini bergema panjang di hati banyak orang.
Warga sekitar tak kuasa menahan air mata. Mereka mengenal YBR sebagai anak pendiam. Tak banyak mengeluh. Tak banyak bicara. Namun rupanya, di balik diamnya, ada perasaan yang tak sempat tertutur.



Kematian YBR bukan sekadar peristiwa tragis. Ia adalah pengingat yang menyakitkan bahwa dunia anak-anak sering kali lebih berat dari yang terlihat. Bahwa hal-hal yang tampak kecil bagi orang dewasa, bisa menjadi beban besar bagi jiwa seorang anak.



Kini, sepucuk surat itu menjadi saksi bisu - tentang seorang anak yang ingin dimengerti, didengar, dan diperhatikan. Pesan kecil dari tangan mungil itu seolah mengetuk nurani kita semua.


Barangkali, inilah saatnya kita lebih berhenti sejenak. Lebih hadir. Lebih bertanya dengan lembut. Lebih mendengar tanpa menghakimi. Karena bisa jadi, ada anak-anak di sekitar kita yang sedang memikul beban dalam diam.


🕊️ Selamat jalan, YBR.
Doamu tertinggal di kertas kecil, namun pesannya hidup di hati banyak orang. 


Jurnalis : Redho


Editor     : Asp. SP. 


×
Berita Terbaru Update