Aspirasi Jabar || Sumedang — Pasca terjadinya longsoran batu yang menutup sebagian ruas jalan Sumedang–Buahdua di Blok Ciberecek, Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, jajaran pemerintah kecamatan langsung bergerak cepat melakukan langkah koordinasi.
Camat Buahdua H. Kiki Hakiki menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan pascabencana pada Kamis malam (12/3/2026). Rakor tersebut dilaksanakan di Kantor UPTD PUTR Conggeang sebagai upaya menyatukan langkah berbagai pihak dalam menangani dampak longsor sekaligus mengantisipasi potensi bencana susulan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, perwakilan UPTD PUTR, aparat kepolisian, TNI, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya yang memiliki kewenangan dalam penanganan infrastruktur dan kebencanaan di wilayah tersebut.
Dalam rapat tersebut, Camat Buahdua menegaskan bahwa langkah cepat koordinasi sangat penting dilakukan mengingat jalur Sumedang–Buahdua merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat dan mobilitas perekonomian warga.
“Pasca kejadian longsor di Blok Ciberecek, kami segera melakukan rapat koordinasi agar penanganan bisa dilakukan secara terpadu. Jalur ini merupakan akses penting bagi masyarakat, sehingga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas harus menjadi prioritas,” ujar H. Kiki Hakiki.
Selain membahas pembersihan material longsoran yang sempat menutup badan jalan, rakor juga menyoroti kondisi tebing di sekitar lokasi yang dinilai masih rawan terjadi pergerakan tanah, terutama jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.
Pihak UPTD PUTR Conggeang dalam kesempatan itu juga menyampaikan rencana langkah teknis penanganan, termasuk kemungkinan pemasangan rambu peringatan, pemantauan titik rawan longsor, hingga penanganan tebing yang berpotensi kembali mengalami longsor.
Sementara itu, unsur kepolisian dan TNI menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana, termasuk pengamanan jalur serta membantu proses penanganan di lapangan apabila terjadi kondisi darurat.
Camat Buahdua juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di jalur Sumedang–Buahdua, agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati ketika melintas di jalur rawan longsor, dan segera melaporkan apabila melihat adanya retakan tanah atau tanda-tanda potensi longsor,” tambahnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat bergerak secara cepat, terarah, dan terpadu dalam menangani dampak bencana sekaligus meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Jurnalis : Aep Mulyana