Aspirasi Jabar || Semarang, – Dalam suasana bulan suci Ramadan yang penuh makna dan refleksi diri, Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan Spiritual Detox: Ramadhan Reset for Our Hearts bersama Thanks Institute Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Oak Tree Semarang, Kamis (5/3/2026), dan diikuti oleh seluruh anggota Bidkeu Polda Jawa Tengah sebagai bagian dari penguatan mental dan spiritual dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi anggota untuk melakukan penyegaran batin di tengah ritme tugas kepolisian yang penuh dinamika. Ramadan dimaknai bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga sebagai ruang perenungan untuk membersihkan hati, memperkuat niat pengabdian, serta membangun ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan.
Kepala Bidang Keuangan Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Dolly A. Primanto, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan mental spiritual menjadi bagian penting dalam pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polri.
“Bulan Ramadan adalah momentum yang sangat tepat untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas batin. Melalui kegiatan Spiritual Detox: Ramadhan Reset ini, kami ingin mengajak seluruh anggota Bidkeu Polda Jateng untuk kembali menyelaraskan hati, pikiran, dan niat pengabdian agar tetap kuat secara mental dan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” ujar Kombes Pol. Dolly A. Primanto.
Ia menambahkan bahwa kekuatan seorang anggota Polri tidak hanya terletak pada kemampuan profesional dan kedisiplinan kerja, tetapi juga pada ketenangan hati serta kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan.
“Ketika hati kita tenang dan pikiran kita jernih, maka setiap tugas akan dijalankan dengan lebih bijaksana, penuh integritas, dan dilandasi nilai-nilai pengabdian. Inilah yang ingin kita bangun melalui kegiatan ini,” tambahnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber sekaligus motivator nasional, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., yang memberikan materi tentang pentingnya menjaga kebersihan hati dan keseimbangan mental dalam kehidupan serta pekerjaan.
Dalam pemaparannya, Dr. Ketut Abid Halimi menjelaskan bahwa Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi setiap individu untuk melakukan reset terhadap hati dan pikiran.
“Ramadan adalah bulan terbaik untuk melakukan spiritual reset. Di bulan ini, manusia diajak untuk membersihkan hati dari beban emosi, memperbaiki niat, serta menguatkan hubungan dengan Tuhan. Ketika hati menjadi lebih jernih, maka energi positif akan muncul dan itu akan mempengaruhi cara kita berpikir, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain,” jelas Dr. Ketut.
Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta juga diajak mempraktikkan metode khas yang dikenal sebagai senam otak dan senam hati. Metode ini dirancang untuk membantu peserta mengelola stres, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan ketenangan batin.
Dr. Ketut menjelaskan bahwa senam otak dan senam hati merupakan latihan refleksi batin yang mengajak peserta untuk menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat rasa syukur, serta membangun ketenangan hati dalam menjalani kehidupan.
“Ketika otak kita aktif dan hati kita tenang, maka mental kita akan menjadi lebih kuat. Inilah yang sangat dibutuhkan oleh setiap individu, termasuk anggota Polri yang setiap hari menghadapi berbagai tekanan tugas di lapangan maupun dalam pekerjaan,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan, mulai dari refleksi diri, motivasi spiritual, hingga praktik langsung senam otak dan senam hati yang memberikan pengalaman baru dalam mengelola emosi dan stres kerja.
Salah satu peserta kegiatan mengungkapkan rasa syukur karena dapat mengikuti kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan spiritual anggota.
“Kami sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan Spiritual Detox Ramadhan Reset ini. Materi yang disampaikan sangat menyentuh dan memberikan ketenangan batin. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kabidkeu Polda Jateng serta narasumber yang telah menghadirkan kegiatan yang luar biasa ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa metode yang diberikan dalam kegiatan tersebut memberikan perspektif baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pikiran, emosi, dan spiritualitas.
“Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa menjaga kesehatan mental dan spiritual sangat penting agar kita dapat bekerja dengan lebih fokus, tenang, dan penuh semangat dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan Spiritual Detox: Ramadhan Reset, Bidkeu Polda Jawa Tengah berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat terus diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap anggota mampu menjalankan tugas dengan hati yang bersih, mental yang kuat, serta semangat pengabdian yang semakin kokoh di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. (*dbs)
