-->

Notification

×

Iklan

Hujan Deras Gerus TPT Dan Penyangga Jembatan Cijurey di Buahdua, Warga Khawatir Akses Penghubung Antar Desa Terputus

16 Mar 2026 | Maret 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-16T07:30:10Z

Aspirasi Jabar || Sumedang – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Buahdua pada Minggu malam (15/3/2026) mengakibatkan kerusakan serius pada Jembatan Cijurey yang berada di Desa Gendereh, Kabupaten Sumedang. Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga tersebut kini terancam putus setelah bagian penyangganya longsor tergerus arus sungai.

Pantauan di lokasi menunjukkan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang menopang bagian ujung jembatan mengalami longsor. Akibatnya, dinding penyangga di salah satu sisi jembatan tampak amblas dan berpotensi semakin melebar apabila tidak segera ditangani, terlebih dengan kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan.

Pada Senin (16/3/2026), Kepala Desa Gendereh, Ahmad, bersama Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, turun langsung meninjau kondisi jembatan untuk memastikan tingkat kerusakan serta langkah penanganan yang perlu segera dilakukan.

Kepala Desa Gendereh, Ahmad, mengatakan pihaknya sangat khawatir dengan kondisi jembatan yang menjadi jalur utama aktivitas warga tersebut. Ia berharap ada penanganan cepat dari pemerintah agar kerusakan tidak semakin parah.

“Jembatan ini merupakan akses utama bagi masyarakat. Warga Kampung Gendereh, juga warga dari Desa Citaleus dan Karangbungur setiap hari melintas di sini untuk menuju pasar maupun ke kantor kecamatan. Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki, kerusakan bisa semakin parah bahkan berpotensi putus,” ujar Ahmad saat berada di lokasi.

Sementara itu, Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten agar penanganan dapat segera dilakukan.

Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Kerusakan pada penyangga jembatan memang cukup mengkhawatirkan karena sebagian TPT sudah longsor dan ujung jembatan terlihat amblas. Kami akan segera melaporkan kondisi ini ke pemerintah kabupaten agar bisa segera ditangani,” kata Kiki.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut, terutama saat kondisi hujan dan debit air sungai meningkat.

Jembatan Cijurey sendiri selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Buahdua, khususnya bagi warga Desa Gendereh, Desa Citaleus, dan Desa Karangbungur yang setiap hari menggunakannya untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan pemerintahan di tingkat kecamatan.


Jurnalis : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update