-->

Notification

×

Iklan

Sadath M. Nur: Ajak Umat Islam Rajut Ukhuwah Global Di Tengah Fitnah Akhir Zaman

22 Mar 2026 | Maret 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-22T15:14:29Z



Aspirasi Jabar || SUBANG - 21 MARET 2026. Ratusan jamaah memadati Lapangan Voli PTPN. VIII, Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang untuk melaksanakan shalat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Dalam kesempatan tersebut, Sadath M. Nur, SHI., MH., selaku khatib, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga persatuan umat di tengah dinamika global yang penuh tantangan.


Dalam khutbah bertajuk "Merajut Ukhuwah Global dan Meneguhkan Eksistensi Islam yang Damai di Tengah Fitnah Akhir Zaman," Sadath menekankan bahwa Ramadhan yang baru saja berlalu merupakan "madrasah spiritual" untuk mereformasi diri. Ia mengingatkan bahwa kemenangan Idulfitri tidak boleh terjebak dalam ritualisme formalitas semata, melainkan harus menghasilkan transformasi batin yang nyata.


"Menyikapi Konflik Global dan Fragmentasi Umat"

Sadath menyoroti realitas global dan dinamika yang terjadi akhir-akhir ini, seperti meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di timur tengah, yang tidak hanya berdampak regional tetapi juga global. Di sisi lain, ia juga menyayangkan adanya fragmentasi internal umat Islam, khususnya ketegangan sektarian, yang kerap mengaburkan nilai universal Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.


"Persatuan bukanlah sekadar preferensi pragmatisme politik, melainkan manifestasi dari rahmat Allah yang mengubah permusuhan menjadi kohesi persaudaraan," tegasnya mengutip Surah Ali Imran ayat 103. Ia mengajak umat Islam untuk melampaui perbedaan sekunder (furu’iyah) demi mengukuhkan kembali visi kolektif umat Islam dalam menciptakan kedamaian dan keadilan universal. Sadath juga mengharapkan, terwujudnya persatuan seluruh umat Islam, misalnya antara Syiah dan Sunni sebagai fondasi kekuatan kolektif umat Islam dalam menghadapi tantangan global.


"Refleksi Bakti kepada Orang Tua"

Selain isu global, khutbah tersebut menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam mengenai birrul walidain (bakti kepada orang tua). Sadath mengingatkan bahwa rida Allah sangat bergantung pada rida orang tua. Bagi yang orang tuanya telah tiada, ia mengimbau agar generasi penerus konsisten mengirimkan doa dan sedekah sebagai bentuk investasi amal di alam barzakh.


"Komitmen Pasca-Ramadhan"

Sebagai penutup, khatib mengajak jamaah untuk menerapkan "falsafah keberlanjutan" (philosophy of sustainability) melalui sikap istiqamah. Etos filantropi dan empati sosial yang dilatih selama Ramadhan melalui rasa lapar dan dahaga harus terus diimplementasikan dalam membantu kelompok marjinal di kehidupan sehari-hari.


"Semoga kita dianugerahi konsistensi dalam meningkatkan kualitas pengabdian sebagai hamba-Nya yang bertakwa," pungkasnya.


Editor : Asp. SP. 
×
Berita Terbaru Update