-->

Notification

×

Iklan

TP PKK Desa Sukamukti Bersama UPT Puskesmas Sukasenang, Siap Sukseskan Program Imunisasi Campak

31 Mar 2026 | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T00:50:18Z

Kegiatan Sosialisasi Program Nasional ORI (Outbreak Response Immunization) 

Aspirasi Jabar || Garut, Kegiatan Sosialisasi Program Nasional ORI (Outbreak Response Immunization) Campak imunisasi massal darurat untuk merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Bertempat di Aula Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Senin (30/03/2026).


Menurut Camat Banyuresmi Drs Heri Hermawan, kegiatan hari ini merupakan sosialisasi imunisasi massal yang dilaksanakan serentak Se Kabupaten Garut, karena Garut merupakan zona merah kasus campak tahun 2026.


"Diharapkan seluruh warga masyarakat ikut mensukseskan imunisasi campak. Target kita itu (95% -100%). Masyarakat jangan was-was, dan merasa ketakutan terkait dengan pelaksanaan imunisasi campak," ujarnya.


Lanjut Camat menjelaskan, wilayah Kecamatan Banyuresmi, terindikasi merahnya itu sudah merah tua. Sebagai pencegahan akan dilaksanakan imunisasi campak pada Bulan April (2026) dengan sasaran kelompok usia (6-59 Bulan).


Hal yang sama, Kepala UPT Puskesmas Sukasenang drg. Kania Puspitasari Supriyatna menjelaskan Program Nasional ORI (Outbreak Response Immunization) Campak adalah imunisasi massal darurat untuk merespons Kejadian Luar Biasa (KLB).


'Tujuannya, untuk memutus rantai penularan, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya, dan diberikan gratis di Puskesmas/Posyandu untuk meningkatkan kekebalan kelompok secara cepat," tandasnya.


Ditempat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sukamukti Siti Nuraeni S.Pd., siap mensukseskan program nasional imunisasi campak tahun 2026, 
agar anak-anak yang masih rentan terbebas penyakit campak. 


"Mohon dorongannya dari seluruh kader posyandu dan antusiasme masyarakat Desa Sukamukti, agar program imunisasi campak masal yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Sukasenang dapat berjalan dengan lancar,' Pungkasnya.


Sesuai keterangan yang dirilis (26/03) Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkapkan bahwa pada minggu ke-11 tercatat sebanyak 177 suspek dan 121 kasus konfirmasi. 


Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan minggu pertama yang mencatat 2.740 suspek dan 2.268 kasus.


“Setelah minggu ke-3, tren mingguan menurun bertahap hingga minggu ke-11. Ini menandakan penurunan sekitar 94-95 persen dari puncak minggu ke-1,” ujar Aji.


Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka penularan ini didorong oleh dua faktor utama.


Pertama Imunisasi yang gencar, pelaksanaan program imunisasi diberbagai daerah terdampak dan kedua kesadaran akan Pola Hdup Bersih dan Sehat (PHBS) yang semakin meningkat.


Hingga minggu ke-9 tahun 2026, total akumulasi kasus campak di Indonesia telah mencapai 8.716 kasus dari 10.826 suspek.


Dilansir dari (bandung.kompas.com) Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengambil sejumlah langkah untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, karena Jawa Barat masuk 11 besar provinsi dengan kejadian luar biasa (KLB) campak secara nasional.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).
×
Berita Terbaru Update