-->

Notification

×

Iklan

Remon Mozes Angkat Bicara, Sebut Tuduhan Jual Mobdin Tidak Benar

4 Mei 2026 | Mei 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-04T13:10:11Z




Aspirasi Jabar || Morotai - Kepala Desa Bere-Bere Kecil, Remon Mozes, akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang menyebut dirinya menjual mobil dinas desa ke tukang besi. Ia menegaskan, tuduhan tersebut tidak benar dan tidak pernah ada perintah dari dirinya untuk menjual kendaraan tersebut. Senin. 4/5/2026


Remon menjelaskan, mobil jenis pickup APV itu bukan aset yang sejak awal berada di bawah kendali pemerintah desa, melainkan bantuan dari kementerian yang disalurkan melalui Dinas Perhubungan untuk kelompok tani di Desa Bere-Bere Kecil.


“Mobil itu bantuan dari kementerian yang diberikan lewat Dinas Perhubungan dan langsung ditujukan ke kelompok tani, bukan ke pemerintah desa,” ujar. Remon.


Ia mengaku, saat penyerahan kendaraan dilakukan, pemerintah desa tidak menerima dokumen resmi seperti berita acara maupun tanda terima.


“Waktu penyerahan, kami tidak dapat berita acara atau tanda terima apa pun,” katanya.


Menurutnya, kendaraan tersebut kemudian digunakan oleh kelompok tani selama beberapa tahun. Namun, dalam perjalanannya, kendaraan itu dialihkan untuk kepentingan usaha pengangkutan kopra oleh pihak lain.


“Sekitar lima sampai tujuh tahun digunakan, lalu dialihkan ke pengusaha untuk angkut kopra dan sebagainya,” ungkapnya.


Remon menambahkan, kendaraan tersebut kemudian mengalami kerusakan di Desa Padange dan terbengkalai di lokasi itu selama kurang lebih empat tahun.


“Mobil itu rusak di Desa Padange dan sudah lama tidak beroperasi,” ujarnya.


Terkait tudingan bahwa dirinya memerintahkan penjualan mobil melalui seseorang yang disebut sebagai pamannya, Remon membantah keras. Ia menegaskan tidak pernah berkomunikasi atau memberikan instruksi terkait penjualan kendaraan tersebut.


“Saya tidak pernah bertemu dan tidak pernah menyuruh untuk menjual mobil itu. Jadi tuduhan itu tidak benar,” tegasnya.


Ia juga menilai harga penjualan yang disebut hanya Rp.500 ribu tidak masuk akal jika dikaitkan dengan dirinya.


“Saya ini juga pengusaha. Harga Rp.500 ribu itu sangat tidak wajar kalau saya yang suruh jual,” katanya.


Remon juga menyinggung soal pihak Dinas Perhubungan yang disebut melakukan pengecekan kendaraan tanpa berkoordinasi dengan dirinya sebagai kepala desa.


“Waktu Dishub datang cek di Desa Padange, mereka tidak datang ke saya, tapi langsung ke ketua kelompok,” ujarnya.


Ia pun menyesalkan adanya anggapan bahwa kendaraan tersebut merupakan aset desa, padahal sejak awal berada di bawah pengelolaan kelompok tani.


“Yang saya sesalkan, disebut sebagai aset desa, padahal itu dipegang oleh kelompok tani,” ucapnya.


Remon menegaskan, dirinya tidak mengetahui siapa yang menjual kendaraan tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak berwenang untuk diusut secara transparan.


“Yang menjual saya tidak tahu. Yang jelas saya tidak pernah menyuruh. Saya serahkan ke pihak berwajib supaya semuanya terang,” pungkasnya.(Oje)


Jurnalis : Oje


Editor     : Asp. SP. 



×
Berita Terbaru Update