-->

Notification

×

Iklan

Diduga Kembali Beroperasi, Galian C di Cikahuripan Cianjur Kembali Disorot; Isu Intimidasi Wartawan Mencuat

6 Agu 2026 | Agustus 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-06T10:57:05Z



Aspirasi Jabar || Kab.CIANJUR – Aktivitas pertambangan atau galian C di wilayah Jalan Cikahuripan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, lokasi yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena adanya dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut, kini diduga kembali beroperasi.



Sebelumnya, aktivitas di lokasi tersebut juga sempat membuat resah sejumlah pihak, khususnya kalangan wartawan yang melakukan peliputan. Bahkan, pada bulan sebelumnya sempat mencuat dugaan adanya tindakan intimidasi terhadap wartawan yang datang ke lokasi untuk melakukan konfirmasi terkait aktivitas galian C tersebut.



Informasi yang dihimpun menyebutkan, lokasi galian C tersebut diduga dimiliki oleh seseorang bernama Ade Akun dan dalam pengelolaannya disebut melibatkan Irwan, yang diketahui merupakan mantan kepala desa.



Kembalinya aktivitas galian C tersebut diketahui setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa kegiatan penambangan kembali berjalan. Atas informasi tersebut, awak media kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada 6 Agustus 2026.



Saat berada di lokasi, awak media melihat adanya aktivitas alat berat dan kegiatan yang diduga berkaitan dengan penggalian serta pengambilan material tanah. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas kegiatan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.



Selain persoalan aktivitas pertambangan, informasi mengenai kejadian sebelumnya juga kembali mencuat. Berdasarkan keterangan salah satu narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, keributan yang terjadi sebelumnya diduga berkaitan dengan konsumsi minuman beralkohol.



Narasumber tersebut mengklaim bahwa minuman beralkohol tersebut diduga diberikan oleh pengelola kepada oknum anggota PWI Cianjur yang berada di lokasi. Menurut narasumber, kondisi tersebut kemudian diduga memicu tindakan yang dinilai arogan terhadap sejumlah wartawan yang datang untuk melakukan peliputan.



Namun demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen. Pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang.



Awak media juga belum melakukan konfirmasi langsung kepada Irwan selaku pihak yang disebut sebagai pengelola. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan setelah sebelumnya terdapat informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap wartawan saat melakukan peliputan di lokasi tersebut.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama mengenai legalitas perizinan pertambangan, dampak lingkungan, serta pengawasan dari instansi terkait.


Apabila kegiatan tersebut memang belum mengantongi perizinan yang dipersyaratkan, masyarakat tentu berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.


Sebaliknya, apabila pengelola memiliki seluruh dokumen perizinan yang diperlukan, maka hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

Persoalan dugaan intimidasi terhadap wartawan juga diharapkan dapat menjadi perhatian serius. Kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan merupakan bagian penting dalam memperoleh informasi yang berimbang bagi masyarakat.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun pihak-pihak lain yang namanya disebut dalam informasi tersebut belum memberikan klarifikasi secara resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pengelola, pemilik lahan, organisasi profesi, maupun instansi terkait untuk menyampaikan penjelasan mengenai legalitas kegiatan, kronologi kejadian sebelumnya, serta status aktivitas galian C di lokasi tersebut.

Laporan : Beni
×
Berita Terbaru Update