Aspirasi Jabar || Nias Selatan - 27 Agustus 2026. Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke-VIII Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nias Selatan, Antonius Giawa, menegaskan bahwa seluruh pihak harus menghormati hasil KONFERCAB VIII yang digelar pada 5 Juni 2026 di Hotel Yonnas.
Antonius menyatakan menolak klaim kepengurusan maupun proses pelantikan yang tidak berpedoman pada keputusan forum tersebut. Menurutnya, KONFERCAB merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat cabang sehingga setiap keputusan yang dihasilkan harus menjadi dasar bagi keberlanjutan kepengurusan.
“Kami menolak keras pihak-pihak yang mengatasnamakan diri sebagai pengurus DPC GMNI Nias Selatan dan melakukan pelantikan yang tidak berpedoman pada hasil KONFERCAB VIII. KONFERCAB telah dilaksanakan melalui proses persatuan dan telah menghasilkan keputusan organisasi. Karena itu, seluruh pihak harus menghormati hasil forum tersebut,” ujar. Antonius.
Dinamika kepengurusan DPC GMNI Nias Selatan sebelumnya diwarnai dualisme antara kepengurusan Antusias Wau dan Trisna Ziliwu.
Menurut Antonius, kedua kepengurusan tersebut berada di bawah kepemimpinan DPP GMNI yang berbeda pada saat itu. Kepengurusan Antusias Wau berada di bawah kepemimpinan DPP GMNI dengan Imanuel Cahyadi sebagai Ketua Umum dan Sujahri Somar sebagai Sekretaris Jenderal. Sementara kepengurusan Trisna Ziliwu berada di bawah kepemimpinan Arjuna–Dendy.
Dinamika tersebut kemudian berkembang seiring perubahan kepemimpinan di tingkat nasional. Pada 15 Juli 2025, DPP GMNI di bawah kepemimpinan Imanuel Cahyadi dan Sujahri Somar melaksanakan Kongres Nasional XXII GMNI di Bandung.
Dalam kongres tersebut, DPC GMNI Nias Selatan di bawah kepemimpinan Antusias Wau disebut memberikan dukungan kepada Sujahri Somar sebagai Ketua Umum dan Amir Mahfut sebagai Sekretaris Jenderal DPP GMNI periode 2025–2028 hingga keduanya terpilih.
Memasuki bulan April 2026, DPC GMNI Nisel Antusias Wau dan DPC GMNI Nisel Trisna Ziliwu melaksanakan pertemuan beberapa kali di Teluk Dalam dengan topik pembahasan terkait Rekonsiliasi persoalan dualisme kepengurusan.
Beranjak dari pertemuan tersebut maka kedua belah pihak mengambil kesepakatan bersama untuk mengakhiri perbedaan dan memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Sujahri Somar – Amir Mahfut selaku Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI periode 2025-2028, dimana dalam pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus masing-masing DPC dan Komisariat.
Dengan sudah menyatukan pemahaman dan persepsi maka kedua belah pihak bersepakat untuk melaksanakan Konfercab Persatuan DPC GMNI Nias Selatan yang digelar pada tanggal 5 Juni 2026 bertempat Aula Hotel Yonnas Teluk Dalam.
Pada pelaksanaan kegiatan Konfercab Persatuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI Sujari Somar, Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal DPP GMNI Joko Puryanto Mendrofa, dan kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar. Setelah itu kegiatan berlangsung hingga selesai dan menetapkan hasil Bung Antusias Wau terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC GMNI Nias Selatan periode 2026 – 2028.
Bagi kami selaku panitia pelaksana, dengan telah terlaksanaya Konfercab Persatuan DPC GMNI Nias Selatan ke-VIII bukan hanya sekedar menjadi agenda pergantian kepengurusan melainkan menjadi sejarah serta momentum menyatukan dualisme kepengurusan dan menyatukan kembali para kader GMNI Nias Selatan.
Antonius menegaskan bahwa pihaknya menolak setiap upaya membentuk kepengurusan baru atau melakukan pelantikan yang tidak memiliki dasar pada keputusan KONFERCAB VIII.
“Kami menolak keras oknum-oknum yang mengklaim diri sebagai pengurus DPC GMNI Nias Selatan setelah KONFERCAB VIII selesai dilaksanakan. Kami juga menolak pelantikan yang tidak berpedoman pada hasil KONFERCAB VIII,” katanya.
Ia mengingatkan agar proses rekonsiliasi yang telah dilakukan tidak kembali menimbulkan perpecahan di tubuh organisasi.
“Jangan sampai setelah kita melakukan rekonsiliasi dan menyatukan dua kubu melalui forum resmi, kemudian muncul kepengurusan siluman yang justru merongrong persatuan yang sudah dilaksanakan,” ujarnya.
Menurut Antonius, apabila terdapat keberatan terhadap hasil forum, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme organisasi yang berlaku, bukan dengan membentuk kepengurusan lain atau melakukan pelantikan secara sepihak.
Antonius juga mengajak seluruh kader dan elemen GMNI Nias Selatan untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang dinilai dapat kembali memecah persatuan organisasi.
“Kami sudah melalui proses yang panjang. Dari dualisme, kemudian melakukan rekonsiliasi, menyepakati persatuan, hingga akhirnya melaksanakan KONFERCAB VIII bersama-sama. Maka mari kita hormati hasil konfercab dan bersama-sama menjaga marwah serta persatuan GMNI di Nias Selatan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa panitia pelaksana tetap berpegang pada hasil KONFERCAB VIII sebagai keputusan forum organisasi.
“KONFERCAB VIII sudah selesai. Keputusan forum sudah diambil. Sekarang waktunya seluruh kader menghormati keputusan tersebut dan menjaga persatuan. Jangan ada kepengurusan yang lahir dari proses di luar forum. Mari kita kembalikan GMNI Nias Selatan kepada marwah organisasi, konstitusi, dan semangat perjuangan bersama,” pungkas. Antonius.
Editor : Redaksi