-->

Notification

×

Iklan

KPPN Tobelo Monitoring Pembangunan KDMP Morotai yang Telah Rampung 100 Persen

19 Agu 2026 | Agustus 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T09:16:55Z

Aspirasi Jabar  Morotai — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Tobelo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Program Prioritas Nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pulau Morotai.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perdakop) Kabupaten Pulau Morotai untuk melihat langsung perkembangan pembangunan KDMP di daerah.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perdakop Kabupaten Pulau Morotai, Apryatno Rejeb, mengatakan saat ini terdapat satu KDMP di Kabupaten Pulau Morotai yang pembangunan fisiknya telah mencapai 100 persen, yakni KDMP Morodadi.

“Sementara ini ada tim dari Kementerian Keuangan melalui KPPN Tobelo untuk meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pulau Morotai yang sudah 100 persen,” ujar Apryatno.

Menurutnya, Dinas Perdakop Morotai telah mengarahkan tim KPPN Tobelo untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan KDMP, sekaligus melakukan konfirmasi kepada pengurus koperasi melalui sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satuan Kerja KPPN Tobelo, I Wayan Agus P, menjelaskan bahwa kegiatan monev tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan monitoring Program Prioritas Nasional yang diarahkan oleh Menteri Keuangan.

Monev dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan perkembangan program KDMP secara langsung di lapangan, termasuk kondisi koperasi di tingkat masyarakat.

“Tujuan kami sebetulnya untuk melihat kondisi di masyarakat di lapangan seperti apa, terutama untuk program-program yang besar seperti KDMP,” jelas Agus.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan monev, tim melakukan konfirmasi kepada dua pihak, yakni pengurus koperasi serta Dinas yang membidangi koperasi di pemerintah daerah.

Pertanyaan yang disampaikan berkaitan dengan kondisi dan perkembangan koperasi, termasuk sejauh mana KDMP telah berjalan dan beroperasi.

Agus mengakui, secara umum masih terdapat koperasi yang belum sepenuhnya beroperasi. Padahal, instrumen survei yang digunakan dalam monev pada dasarnya disusun dengan asumsi bahwa koperasi yang menjadi sasaran sudah mulai beroperasi.

“Memang sejauh ini mayoritas koperasi belum beroperasi. Karena itu, kami ingin melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” katanya.

Pelaksanaan monev KDMP tersebut dilakukan secara bertahap dan serentak di seluruh Indonesia pada periode Juli hingga Desember 2026.

KPPN Tobelo berharap kegiatan monitoring dan evaluasi ini dapat memberikan gambaran faktual mengenai perkembangan KDMP sekaligus menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam pelaksanaan Program Prioritas Nasional Koperasi Desa Merah Putih.(oje)
×
Berita Terbaru Update