Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, pemerintah desa, serta anggota Linmas dalam memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kecamatan Buahdua.
Acara dibuka langsung oleh Camat Buahdua H. Kiki Hakiki, S.Ag., MM, dengan dihadiri unsur Forkopimcam, Kapolsek Buahdua, unsur Koramil, para kepala seksi pemerintahan desa, serta anggota Linmas dari seluruh desa se-Kecamatan Buahdua.
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto, S.STP., M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, pembinaan tidak hanya diarahkan pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga pentingnya membangun kesiapsiagaan dan koordinasi sejak sebelum bencana.
Hal ini dinilai penting karena penanganan bencana membutuhkan kerja bersama, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, Linmas hingga masyarakat.
Data BPBD Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa ancaman bencana masih menjadi perhatian serius. Hingga 27 April 2026, BPBD mencatat 173 kejadian bencana di 21 kecamatan, dengan tanah longsor menjadi kejadian yang paling banyak terjadi, yakni 111 kasus. BPBD juga menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini, pemantauan wilayah rawan, koordinasi lintas sektor dan edukasi kepada masyarakat.
Sebelumnya, BPBD Sumedang juga mencatat 42 kejadian bencana hanya dalam Januari 2026. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Karena itu, keberadaan Linmas di tingkat desa dinilai memiliki peran penting. Selain membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban, Linmas dapat menjadi bagian dari unsur masyarakat yang berada paling dekat dengan warga ketika terjadi kondisi darurat.
Camat Buahdua H. Kiki Hakiki dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang cepat antara pemerintah kecamatan, desa, aparat keamanan dan unsur kebencanaan.
Dengan sinergi tersebut, diharapkan setiap potensi bencana dapat diantisipasi lebih dini dan penanganannya dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi serta tepat sasaran.
Kegiatan pembinaan Satlak Bencana ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kecamatan Buahdua memperkuat ketenteraman dan ketertiban umum melalui kolaborasi lintas sektor.
Kesiapsiagaan bukan hanya soal bagaimana bertindak ketika bencana datang, tetapi bagaimana semua unsur sudah siap sebelum bencana terjadi.
Jurnalis : Aep Mulyana

