-->

Notification

×

Iklan

Warga RW 11/07 Desa Mekargalih Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Warga Kecewa Lambatnya Respons Pemerintah Desa

7 Sep 2026 | September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T04:04:51Z



 
Aspirasi jabar ||PURWAKARTA, 6 September 2026 — Kekecewaan mendalam terhadap minimnya perhatian pemerintah Desa Mekargalih atas kondisi infrastruktur mendorong warga RW 11/07, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, turun tangan sendiri memperbaiki jalan yang rusak. Aksi gotong royong ini dilakukan pada Minggu (6/9/2026) — catatan: teks asli tertulis 06/8/2026, disesuaikan dengan konteks waktu pelaporan.


 
Bermodalkan semangat kebersamaan dan dana hasil swadaya masyarakat, warga bahu-membahu memperbaiki akses jalan yang selama bertahun-tahun rusak tanpa pernah mendapat perbaikan dari pihak berwenang.

 
Bukan Pertama Kali, Tetap Tanpa Bantuan Pemerintah
 
Aksi mandiri ini bukanlah hal baru bagi warga lingkungan tersebut. Sekitar dua tahun lalu, kegiatan serupa juga pernah dilakukan di wilayah RT lain dalam lingkup RW yang sama. Langkah swadaya itu muncul bukan tanpa alasan — selain bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan bersama, ini juga menjadi cerminan kekecewaan warga atas lambannya respons pemerintah Desa Mekargalih terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
 


Ketua RW 11/07 Desa Mekargalih, yang enggan disebut namanya, menegaskan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan sepenuhnya bersumber dari dana masyarakat tanpa bantuan sepeser pun dari pemerintah desa.
 


"Kami masyarakat melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan di lingkungan kami yang sudah lama rusak dengan menggunakan dana swadaya. Tidak ada campur tangan dari pemerintah," ujarnya.
 
Usulan di Musrenbang Tak Kunjung Terwujud
 


Menurutnya, warga sebenarnya telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Desa. Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum juga membuahkan hasil.


 
"Karena belum ada perbaikan dari pemerintah, akhirnya kami mengambil inisiatif untuk memperbaiki sendiri bersama masyarakat melalui swadaya," tegasnya.
 

Kondisi jalan yang rusak ini dinilai sangat mengkhawatirkan, terutama saat musim hujan di mana jalan menjadi sangat licin dan berbahaya bagi pengguna jalan.
 
Pengguna Jalan Pernah Jatuh, Berharap Perhatian Pemerintah
 
Salah satu warga yang menggunakan jalan tersebut setiap hari menyambut baik upaya perbaikan oleh warga. Ia menceritakan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses untuk aktivitas sehari-hari.
 


"Saya senang sekali ada perbaikan jalan gang ini, soalnya satu-satunya akses jalan kami untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan saya pernah jatuh karena jalan licin dan menanjak saat naik sepeda motor," ungkapnya.


 
Warga sangat mengapresiasi kekompakan sesama warga, namun tetap berharap pemerintah hadir.
 


"Kami sangat mengapresiasi kekompakan warga. Namun kami juga berharap ada respons dan sentuhan pembangunan dari pemerintah terhadap usulan masyarakat, sehingga ke depan warga tidak harus terus-menerus mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki fasilitas umum yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah," pungkasnya.
 


 
Aksi swadaya warga Sulukuning ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat kebersamaan masih kuat di tengah masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi sinyal bahwa masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur hingga ke tingkat lingkungan permukiman masyarakat.
 
 
 
Laporan: Yan
Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat
×
Berita Terbaru Update