Aspirasi Jabar | | Kota Tasikmalaya-Pendidikan Kader Pratama menjadi tahapan awal yang wajib diikuti kader, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti pendidikan kader partai.
Maka dengan itu,kami dari pihak DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya,terus memperkuat kualitas sumber daya manusia kader melalui pendidikan politik yang dilaksanakan secara berkala dan berjenjang.
Hal itu disampaikan,Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Dodo Rosada, S.H., M.H.,saat Pendidikan Kader Pratama yang digelar di Hotel Taman Mangkubumi Indah,Jl.AH.Nasution,Kota Tasikmalaya,pada Jumat(23-10-2026)
Dodo menambahkan,Program pendidikan kader tersebut merupakan amanat partai yang tertuang dalam peraturan organisasi. Di PDI Perjuangan, pendidikan kader dibagi menjadi tiga jenjang, yakni Pendidikan Kader Pratama, Madya, dan Utama.
Pendidikan ini bertujuan agar seluruh kader, terutama yang menduduki posisi kepengurusan, memahami ideologi, jati diri, fungsi, serta arah kebijakan partai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,"kata Dodo
Untuk itu,melalui pendidikan tersebut, kader juga diharapkan memahami visi dan misi partai, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta berbagai regulasi yang menjadi landasan dalam menjalankan program kerja organisasi.
Selain pemahaman ideologi dan aturan organisasi, pendidikan kader turut membekali peserta dengan kemampuan membangun komunikasi dan interaksi yang baik, baik di lingkungan internal partai maupun dengan masyarakat luas,"ujarnya
Pendidikan tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter, sikap, dan perilaku kader sebelum mereka menjalankan tanggung jawab dalam membesarkan partai.
“Kalau pengurus tidak mau mengikuti pendidikan kader secara berjenjang, mulai dari Pratama, Madya, hingga Utama, lalu apa makna berpartai?
Jangan sampai partai hanya menjadi tempat berhimpun tanpa memahami tujuan dan fungsi organisasi,” demikian penegasan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain melaksanakan pendidikan kader, partai juga menggelar pelantikan pengurus badan dan sayap partai. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat basis dukungan di tengah masyarakat.
Dalam proses perekrutan, partai berupaya melibatkan tokoh-tokoh dari luar struktur organisasi yang memiliki pengaruh, legitimasi sosial, dan kemampuan menarik simpati masyarakat.
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendorong lebih banyak warga bergabung dengan PDI Perjuangan.
Upaya penguatan organisasi ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap capaian politik partai pada pemilu sebelumnya. PDI Perjuangan dihadapkan pada tantangan untuk mengembalikan perolehan kursi legislatif yang berkurang sebanyak tiga kursi, sekaligus meningkatkan kembali jumlah suara yang mengalami penurunan cukup signifikan.
Melalui pendidikan kader yang terstruktur, pembenahan internal, serta perluasan jaringan melalui badan dan sayap partai, PDI Perjuangan optimistis dapat memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Penguatan kualitas kader dan perekrutan tokoh-tokoh potensial dari luar partai diharapkan menjadi salah satu strategi untuk memperbesar basis dukungan serta meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.
(MM)
