Aspirasi Jabar Morotai – Even Morotai Festival 2026, yang berlangsung di Kabupaten Pulau Morotai tepatnya di lokasi Central Busenis Morotai, senin (26-29/10/2026) berlangsung meriah.
Banyak wisatawan lokal maupun internasional ikut menghadiri kegiatan yang menampilkan beberapa kegiatan yaitu, lomba Fun Run, Lomba Mancing Mania dan lomba film dokumenter .
Dalam event itu, desa Lumodoro, kecamatan Pulau Rao Kabupaten Pulau Morotai, dibawah penasehat kepala desa Louroger ice , ikut memeriahkan acara tersebut dengan memperkenalkan budaya daerah asal Nusa Utara yaitu Masamper.
Meskipun tidak tampil didepan panggung utama event Morotai Festival, namun Group Masamper dari desa Loumodoro ini berhasil ‘mencuri’ perhatian pengunjung Morofest 2026. Allhasil penampilan suara merdu berkolaborasi dengan tarian asal Nusa Utara ini mendapat banyak pujian dan tepuk tangan dari wisatawan yang hadir saat itu.
Kepada Media ini, Kepala Desa Lumodoro mengatakan, jika di Morotai selain suku Minahasa ada juga suku Sangihe yang sudah lama sekali mendiami wilayah Pulau Rao hingga.
“Morotai saat ini sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, pemerintah juga menetapkan Pulau Rao sebagai Destinasi Pariwisata Karenanya, dengan cara memperkenalkan budaya daerah yang ada, dapat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kita sebagai masyarakat Morotai harus berbangga karena kita bisa memperkenalkan budaya Sangihe dari Nusa Utara, dan itu nantinya bisa menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke Pulau Lumodoro,” kata Laurogers inovatif dan multitalenta itu.
“Target utama kita Dengan adanya kunjungan-kunjungan dari turis lokal, barulah kita mulai mempromosikan di budaya Masamper ini di Morofest 2026
Sehingga bisa di kenal baik regional maupun nasional,perlu atensi pemerintah sehingga selalu di tampilkan dalam hajatan pemerintah
Group Masamper ini masi keterbatasan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan, sehingga ke depan lebih bai,harapnya. (oje)