Aspirasi Jabar || Sumedang -
Camat Buahdua Kabupaten Sumedang, Kiki Hakiki, S.Ag., MM, turut mendampingi unsur Pemda Sumedang, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang dalam kegiatan penilaian Lomba Masjid Sehat dan Pondok Pesantren Sehat tingkat Kabupaten Sumedang di Wilayah kecamatan Buahdua. Kamis. (20/11/2025).
Kunjungan penilaian ini dilakukan sebagai upaya memastikan bahwa masjid dan pondok pesantren tidak hanya berkompetisi meraih gelar juara, tetapi juga benar-benar memenuhi standar kebersihan, kerapihan, dan kehijauan yang menjadi tolak ukur penting dalam mewujudkan tempat ibadah dan lingkungan pendidikan yang sehat.
Camat Kiki Hakiki menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong terciptanya ruang ibadah dan pendidikan yang nyaman, bersih, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat. “Lomba ini bukan hanya soal penilaian, tetapi dorongan untuk membiasakan lingkungan yang sehat, tertata, dan memberi kenyamanan bagi jamaah serta para santri,” ujarnya.
Tujuan Lomba Masjid dan Pondok Pesantren Sehat
Kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya :
* Mendorong terciptanya masjid dan pondok pesantren yang bersih dan sehat, sebagai langkah nyata meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
* Memperkuat peran masjid dan pondok pesantren, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pembangunan sosial, ekonomi, dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
* Menjadikan masjid dan pesantren sebagai pilar persatuan dan pemberdayaan umat, serta ruang yang mampu membina harmonisasi sosial.
* Menjadi bahan evaluasi kondisi masjid dan pondok pesantren di Kabupaten Sumedang, sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan pembangunan dan pengembangan fungsi masjid serta pesantren secara lebih tepat sasaran.
Dengan kegiatan penilaian ini, diharapkan masjid dan pesantren di Kabupaten Sumedang semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas lingkungan, pelayanan, serta perannya di tengah masyarakat. Selain menciptakan tempat ibadah yang bersih dan sehat, lomba ini juga menjadi momentum memperkuat keberadaan masjid dan pondok pesantren sebagai pusat peradaban umat.
Jurnalis : Aep Mulyana
Editor : Asp. SP.
