-->

Notification

×

Iklan

Jalan Kabupaten di Ciawitali Berubah Jadi Jalur Berlumpur Yang Membahayakan, Warga Desak Pemerintah Bertindak Cepat

5 Jan 2026 | Januari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-05T01:09:25Z


Aspirasi jabar || Sumedang -   Kondisi jalan kabupaten di Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, kini memantik keresahan warga. Jalan yang menjadi penghubung strategis antara Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Indramayu, sekaligus jalur alternatif menuju Kabupaten Subang, berubah licin dan berlumpur akibat intensitas aktivitas angkutan galian C yang melintas setiap hari.



Pantauan warga, permukaan jalan yang seharusnya menjadi sarana penunjang mobilitas justru menjelma sebagai ancaman keselamatan. Lumpur bercampur tanah menutupi badan jalan, terutama saat hujan turun, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat rawan tergelincir. Tak sedikit pengendara yang mengaku nyaris terjatuh saat melintasi jalur tersebut.



“Setiap hari kami lewat sini untuk bekerja, apalagi banyak warga Buahdua yang menjadi karyawan di perusahaan swasta wilayah Subang. Sekarang jalannya sangat berbahaya,” ujar salah seorang warga dengan nada cemas.


Jalan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Selain menjadi jalur alternatif warga Buahdua dan sekitarnya, akses ini juga menjadi lintasan penting bagi mobilitas antarwilayah. Namun ironisnya, aktivitas angkutan material galian C yang diduga tidak dibarengi pengawasan dan penanganan dampak lingkungan, justru mempercepat kerusakan jalan.



Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan. Mereka menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan publik. “Jangan menunggu sampai ada korban. Jalan ini bukan milik perusahaan, tapi fasilitas umum yang digunakan masyarakat luas,” tegas warga lainnya.



Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti langkah nyata berupa penertiban angkutan galian, perbaikan jalan, serta upaya pencegahan agar kondisi serupa tidak terus terulang. Keselamatan pengguna jalan, menurut warga, harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan aktivitas usaha apa pun.


Jurnalis : Aep Mulyana

×
Berita Terbaru Update