Aspirasi Jabar || PURWAKARTA - Polres Purwakarta bersama pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Purwakarta dan berbagai stakeholder di wilayah Purwakarta melaksanakan panen raya jagung serentak. Acara yang juga disiarkan daring ke seluruh Indonesia ini berperan sebagai pembuka kegiatan panen skala besar di lahan seluas 47.830 hektare dengan perkiraan hasil produksi mencapai 743.522 ton jagung di seluruh negeri, (8/1/2026).
Menjelang pelaksanaan acara, Polsek Campaka melalui Bidang Lalu Lintas (Lantas) dengan Aiptu Suratno sebagai petugas penanggung jawab telah melakukan persiapan protokol lalu lintas secara menyeluruh. "Kami telah mengidentifikasi rute-rute utama yang akan dilalui kendaraan pengangkut hasil panen, serta melakukan pembersihan saluran lalu lintas dan penempatan rambu pengatur lalu lintas di sekitar lokasi panen," jelas. Aiptu Suratno.
Ia menambahkan, "Tujuan dari persiapan protap lalu lintas ini adalah untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan dan keamanan bagi petani serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi acara. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan kelompok tani untuk mengatur jadwal pengangkutan agar tidak menimbulkan kemacetan."
Pada hari pertama, panen serentak dilakukan di lahan seluas 1.191 hektar dengan estimasi produksi antara 4.765 hingga 11.912 ton. Di Cikarang, panen berlangsung di area 25 hektar binaan Polda Metro Jaya, yang diperkirakan menghasilkan sekitar 100 ton jagung jenis pipilan kering dengan kadar air 14 persen. Lahan tersebut rencananya akan diperluas menjadi 50 hektar.
Di sela acara, Kapolres Purwakarta KBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan peran penting kolaborasi dalam mendukung program swasembada pangan. "Di wilayah Purwakarta sendiri, kami telah membina lahan seluas 85 hektar bersama 32 kelompok tani dengan total 245 petani. Melalui pendampingan teknis dan pengelolaan yang terstruktur, kami targetkan hasil panen mencapai 425 ton jagung berkualitas tinggi," ujarnya.
"Kegiatan ini bukan hanya tentang panen, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan harus menjadi prioritas bersama. Polres Purwakarta akan terus berkomitmen untuk mendukung petani dan memastikan keamanan serta kelancaran aktivitas pertanian di daerah ini," tambahnya.
Sementara itu, pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Purwakarta yang diwakili Komarudin, Yusuf, dan Pak Nana juga menyampaikan pandangan di sela acara. Komarudin menjelaskan, "Kami telah melakukan persiapan matang selama 6 bulan, mulai dari pemilihan bibit unggul, pelatihan teknik budidaya, hingga pengelolaan pascapanen. Hasilnya, produktivitas jagung di Purwakarta meningkat hingga 18 persen dibanding periode sebelumnya."
Yusuf menambahkan, "Kolaborasi dengan Polres Purwakarta sangat berarti bagi kami. Selain mendapatkan dukungan keamanan, kami juga mendapatkan akses ke teknologi dan pemasaran yang lebih baik. Saat ini, sebagian jagung hasil panen kami telah memiliki kontrak dengan industri makanan lokal."
Pak Nana, sebagai perwakilan petani, menyampaikan rasa syukur melalui acara tersebut. "Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini. Hasil panen tahun ini jauh lebih baik, dan kami juga diajarkan cara mengolah jagung menjadi produk olahan yang bernilai tambah lebih tinggi," ucapnya.
Melalui acara daring tersebut, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Inspektur Jenderal Anwar menyatakan bahwa dalam program swasembada pangan, kepolisian melibatkan 527 kelompok tani dengan total 3.616 petani di seluruh Indonesia. "Polri senantiasa mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya swasembada jagung, melalui Gugus Tugas Polri di bidang ketahanan pangan dengan melaksanakan berbagai kegiatan dan inovasi strategis serta masif dan berkelanjutan," kata. Anwar.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto melalui acara daring panen raya jagung serentak, mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada beras dan jagung. Produksi jagung nasional tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, dengan konsumsi sebesar 15,60 juta ton sehingga menghasilkan surplus hampir setengah juta ton.
"Dari total produksi nasional tersebut, sekitar 3,5 juta ton dihasilkan dari kontribusi Kepolisian Republik Indonesia atau sekitar 20 persen," jelas Titiek. Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar Indonesia dapat mengekspor jagung pada 2026, serta memperluas swasembada ke komoditas lain seperti kedelai, gula, garam, dan bawang putih. "Ke depan, kita berharap bisa swasembada kedelai, gula, garam, hingga bawang putih," tandasnya.
Sumber : Wan
Editor : Asp. SP.

