Aspirasi Jabar || Kota Bekasi - Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, mengungkapkan bahwa pelelangan armada Bus Trans Patriot dilakukan setelah pergantian manajemen sebagai upaya penyelamatan aset dan penyehatan keuangan perusahaan. Menurutnya, manajemen baru menemukan kondisi perusahaan yang cukup berat, mulai dari armada bus yang tidak terawat dan hampir mangkrak, hingga beban utang serta kerugian besar yang menekan kondisi keuangan.
"Pelelangan dipilih sebagai solusi paling rasional untuk mencegah kerugian yang lebih besar," ujar. David.
Proses pelelangan dilakukan melalui pihak swasta yang dinilai lebih efisien dan berbiaya rendah dibandingkan menggunakan jasa badan lelang negara, dengan tetap mematuhi prinsip transparansi dan aturan yang berlaku. Manajemen juga telah menyampaikan pemberitahuan resmi terkait hal ini kepada Wali Kota Bekasi yang merupakan pemegang saham perusahaan sebagai bentuk koordinasi.
Selain melakukan pelelangan, manajemen baru saat ini juga secara bertahap menyelesaikan berbagai kewajiban perusahaan, antara lain melunasi utang lama dan memperlancar pembayaran hak-hak yang menjadi bagian dari mantan karyawan.
Dalam kesempatan yang sama, David menegaskan bahwa tudingan yang menyatakan pelelangan bus dilakukan secara tidak transparan adalah tidak benar. Ia menyebut informasi tersebut sebagai hoaks yang muncul akibat ketidakpuasan sejumlah pihak terhadap susunan manajemen baru.
"Kondisi perusahaan saat ini menuntut personel yang siap bekerja di tengah keterbatasan dan beban masa lalu, sehingga tidak semua pihak mampu atau siap menjalankan tugas di sini," pungkas. David.
Jurnalis : Jay
Editor : Asp. SP.


